Nah, untuk sesi kali ini saya akan coba membahas tentang jenis-jenis penyiar radio yang muncul di ruang dengar anda (kayak dosen kuliahan wae). Keadaan yang sering muncul ketika seorang announcer sudah merasa melewati format di tiap doing job-nya, menyebabkan munculnya beberapa penyakit. Seperti ‘Ego’ yang terlihat setelah penyiar merasa enjoy di depan mic jika tidak hati-hati. Bukan hanya itu saja, masih banyak yang muncul tiba-tiba tanpa penanggulangan yang tepat sebab dokter belum menemukan resep yang cocok (woot?). Selanjutnya akan kita beberkan tipe penyiar yang bisa membunuh impiannya untuk menjadi radio star, berikut: (source – Becoming a radio star book)
1. Penyiar Tipe Cocomeo
Penyiar tipe ini asal ngomong, nggak ada isinya. setiap kali on air, topik tema yang di sampaikan kepada pendengar tidak fokus. Ia menyampaikan sebuah pesan, tapi harus muter-muter dulu, di tambah baca SMS dari pendengar. Percayalah, tidak smua pendengar suka jika penyiarnya baca SMS melulu. Ingatlah, SMS bukan sebuah show. Baca SMS hanya pengantar saja, misalnya baca SMS dulu, baru kemudian membaca iklan baca.
2. Penyiar Tipe 3G (Gagap-Gugup-Gampangan)
Penyiar tipe ini bisa jadi belum siap menjadi bintang radio. Ia biasanya punya otak yang encer, wawasan ok, tapi suka gagap tiba-tiba, gugup saat harus mewawancarai narasumber ataupun saat mengatasi kendala teknis, dan gampang sekali gugup jika harus mengeksekusi run down acara dengan sempurna. Gampang nangis, gampang marah, dan gampang-gampang lainnya, bisa merusak show-nya sendiri.
3. Penyiar Tipe Narsista
Pernah mendengar seorang penyiar radio yang ngomongnya lama banget? Padahal, yang di omongin nggak penting. Inilah ciri-ciri penyiar yang sangat mengagumi suaranya sendiri.
4. Penyiar Tipe All I am
Penyiar tipe ini sangat berbahaya. Ia merasa dirinya paling jago dibandingkan dengan penyiar lainnya. Bahkan penyiar ini menganggap dirinya yang paling sempurna. Ia tidak pernah mau mendengarkan masukan atau kritikan yang membangun dari atasannya langsung, program director. Penyiar tipe ini kariernya akan cepat hancur.
5. Penyiar Tipe Pengulang
Penyiar tipe ini selalu mengulang-ulang kata yang sama atau maksud yang tidak jelas selama siaran, misalnya “pa tuh namanya?”, “Hmmm…”, “Apa ya?”, “Ya”, “Gimana githu…”
6. Penyiar Tipe Injury Time
Penyiar tipe ini datang ke studio dua menit sebelum siaran. Walaupun suara ok, wawasan luas, penyiar andalan, dan sempurna disandang penyiar ini, tapi jika tidak disiplin, bisa jadi dihukum (grounded) tidak boleh siaran sampai atasannya memberinya jadwal siaran.
Yang umumnya diderita penyiar-penyiar yang sudah lama siaran atau yang sudah menjadi bintang, yaitu terkadang lupa bahwa ada aturan-aturan dan pemahaman tentang format radio, siapa segmentasinya, apa ekspektasi pendengar terhadap penyiar dan isi siaran tentunya. Diperlukan evaluasi yang reguler setiap minggu untuk mengetahui kekurangan di setiap show time. Itu tadi sekelumit cerita mengenai fenomena yang terjadi pada penyiar radio di sekitar kita. Jika sekarang anda adalah seorang pelaku dalam pekerjaan ini, awas! suatu saat anda akan terjangkiti salah satu penyakit di atas atau bahkan sudah menjadi pengidapnya yang merasa baik-baik saja tanpa ada kesadaran penuh untuk men-delete sikap tak di undang tersebut. Be your best to your fans.

Iwet: "Aaaaaaaaaargh!", Rahma: " Ye gue pengen jepret cicak, die yang atut! atut cicaknya jatuh di kepalanya kali ya. ."



baru tahu saya
makasih iya atas infonya
Hehehe.. Lucu juga nih tulisannya… Jadi tau nih sekarang, dibalik layarnya para penyiar radio…
hehe. . tapi itu belum seluruhnya mas bro, masih banyak yang lain. .
ini postingan udah lama sekali bang hehe