Sedikit keluarlah kawan, kan kau dapati banyak ruas janji ke-agag-pastianSegala keluh kesah akan kemelaratan tak ubahnya niat penguasa mencengkeram alur kehidupanIbu pertiwiku akan hancur oleh segala idealisme yang tak idealisTak ada yang mau berlomba mencapai puncak praktek non-profit di diriAkankah paham-paham ikut tumbuh dengan sendirinya mengikuti nasib tak berimbangYang mengakar, menjamur, seolah-olah sudah terlahir tanpa berakhirMenjadikan keborokan massal ini dianggap lumrah seluruhAku tak ingin ikut tapi aku mati atau aku harus ikut untuk bisa hidupBukan kepanikanku segera berakhir jika pilih memudarTapi meninggalkan bekas sisi buram melumpuhkan kejernihan masa depan terlahirnya generasiSudahlah, jangan kau anggap ini hanya drama sinetron yang selalu berakhir baikdengan kemenangan seorang protagonis nyataSampai kau bingung, harus pilih diantara pahlawan yang manaSeseorang di dalam gedung mirip kura-kurakahSeorang wakilmu berbaju safari kantong empatkahOrang diantara kebijakan penabur amal dan jasakahAku benar-benar di puncak kebinguangan sekarang kawan dengan harapan asa pahlawanmu ituBaiklah kuputuskanAku saja pahlawanmu ituEntah engkau mau tapi itu harus terjadiEntah Ketidaksukaan merajalela merumput tidak lagi menjamur di tiap nadi tiap kepalaSebab seperti dewa telah meninggalkan manusia sekarangdan itu, manusia harus menjadi pahlawanuntuk dirinya yang tak sendiri juga orang yang tak lainPasrahku tak ubahnya Pasrahisme narapidana tervonisKeliruku berpendapat menjadi Kelirumologi
Just the way I am starin’ at You, Indonesia







