Articles

Lupa

In Motivasion, Opinion on January 4, 2011 by Lambang Tagged: , , , ,

Lupa merupakan anugerah terbesar yang dirasakan manusia. Kita bahkan sering tak menyadarinya. Setiap hari bahkan lebih dari sekali kita sering lupa dengan hal-hal kecil disekitar kita. Contohlah sisir rambut, baru tadi pagi sehabis mandi, kita sisir rambut hitam ini agar terlihat rapi dan setelah dirasa cukup kadang dengan sesuka hati kita taruh di sembarang tempat. Hasilnya, di sore haripun setelah selesai mandi, jengkel karena  lupa dimana meletakkan sebuah sisir rambut saja menjadi awal permasalahan yang sering di sepelekan. Itu baru satu benda. Jangan kawan, permasalahan kecil bisa membesar jika sikap yang kita keluarkan selalu memandang remeh hal-hal kecil. Dari situ pembenahan sifat untuk menghargai harus di tanamkan.

Sebuah kisah lain menyebutkan, seorang dosen yang pergi untuk presentasi dengan menenteng tas koper milik istrinya dan memakai topi bundar ketika cuaca di luar selagi mendung. Padahal yang seharusnya dia bawa adalah koper miliknya sendiri yang berisi artikel-artikel penting yang akan dia seminarkan pagi itu juga dan jas hujan, melihat situasi dan kondisi di luar sana berawan. Efek fokus yang dia terapkan pada satu sisi karena lupa akan hal-hal kecil, menyebabkan efek yang luar biasa sewaktu membuka koper tadi di depan beberapa profesor penguji, ternyata kedapatan bahwa apa yang ada di dalamnya hanyalah daftar belanja milik sang istri. Bisa di bayangkan apa yang di rasakan sang dosen tersebut dan keadaan yang terjadi di ruangan kala itu. Semuanya hancur berantakan, apa yang sudah di rencanakan dengan matang rusak gara-gara faktor pikun.

Tapi sekali lagi, saya menyebut lupa adalah anugerah, bukan bencana. Banyak dari kita (bahkan saya sendiri) menyalahkan sifat lupa yang di berikan oleh Allah untuk manusia. Mereka beranggapan sifat ini merupakan penyakit yang harus di berantas sampai akar agar tidak menimbulkan bibit lain yang lebih merugikan. Bayangkan saja, seandainya kita selalu di bayangi oleh peristiwa masa lalu yang menyedihkan, pasti kita akan menangis dan merasa haru setiap saat. Atau sebaliknya, bayangan kegembiraan dan rasa senang yang menghantui bakal membuat kita selalu tertawa riang dan tersenyum dimanapun dengan kondisi apapun. Contoh konkrit ketika Allah SWT mencabut nikmat lupa dari manusia adalah calon anggota parlemen yang mengikuti pemilihan umum berharap dipilih oleh rakyat untuk mewakili mereka di kursi dewan terhormat. Ternyata hasil perhitungan membawa salah satu calon kalah dibanding dengan lawan mainnya. Selang beberapa hari dikabarkan calon yang kalah tadi masuk rumah sakit jiwa atau gila mendadak mengetahui kekalahan mutlak di kancah perpolitikan indonesia. Bagaimana tidak gila, Uang yang sudah di keluarkan begitu banyak dan hutang yang ada tidak begitu sedikit. Itulah kenyataan yang muncul di tanah air kita, Allah mencabut rizki dan nikmat ‘lupa’ orang tersebut, sehingga dia tidak bisa melupakan kekalahannya di ajang pemilihan umum tahun-tahun yang lalu. Sampai-sampai dibangun sebuah rumah sakit yang khusus menampung pasien yang kalah karena obsesi besar ingin duduk di kursi rawan stress tersebut.

Itulah kenapa, saya ingin sekali mensyukuri nikmat lupa yang telah di berikan oleh Tuhan kepada hamba disaat tiba perasaan ingin melupakan peristiwa yang tidak menyenangkan dalam hidup, agar manusia dapat menatap optimis kedepan, agar manusia dapat melangkah dengan pasti, dan agar manusia percaya di depan akan ada masa depan yang menarik untuk di raih dan semangat untuk mengubah hidup agar lebih bermakna. Ingat terus tidak baik, lupa terus juga tidak baik. Semoga kita semua dapat menempatkan hal-hal kecil dan besar di dunia sesuai dengan porsinya.

(Ucapan terima kasih saya haturkan kepada dosen Bimbingan dan konseling, Bapak Ali yang telah memberi inspirasi tentang nikmat ‘Lupa’)

About these ads

One Response to “Lupa”

  1. thanks for sharing
    infonya sungguh menarik dan saya suka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: