Archive for January 25th, 2011

Articles

Pameran kaligrafi di Kampus Hijau Ponorogo

In News on January 25, 2011 by Lambang Tagged: , , ,

Hari ini selasa, 25 januari 2011. Menjadi awal perhelatan bagi anggota HMPS PBA (Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab) semester 3 yang melakukan resolusi baru untuk mengagendakan pameran hasil karya tangan mereka di atas kanvas. Kalau biasanya, berdiri tenda susun (terop: bahasa jawa) di halaman kampus STAIN ponorogo, pertanda bakal ada acara yang berhubungan dengan kemahasiswaan dan keorganisasian. Nah, untuk yang satu ini beda karena baru pertama kali diadakan oleh anak-anak ‘punggawa’ bahasa arab untuk mengadakan pameran kaligrafi. Saya sempat malu menyandang semester 5 dikarenakan belum mengagendakan kegiatan apapun bersama teman-teman satu prodi tadris inggris di kampus.

Walau tidak semewah dengan pameran-pameran yang ada di kota besar, kegiatan tersebut cukup mengisi kekosongan menjelang ujian akhir semester 31 januari 2011 ini sekaligus penggalangan dana dan menunjukkan eksistensi anak PBA semester 3 di banding dengan prodi lain dan semester atas (sebut 5-8). Salah satu panitia memberikan informasi bahwa acara ini merupakan hasil inisiatif kawan-kawan yang mendapat tugas dari dosen untuk membuat kaligrafi sebagai penilaian. Munculah sebuah ide brilian bagaimana seandainya hasil kerja mereka di pamerkan di depan kampus sebab merasa dibuang sayang jika produk corat-coret tersebut hanya di buat sekedar praktek semata. Ide dadakan itupun terealisasi atas persamaan persepsi, semangat kebersamaan, dan apresiasi buah karya anak negeri .

This slideshow requires JavaScript.

Statuses

Printer papers anywhere

In Daily / Experince on January 25, 2011 by Lambang Tagged: ,

Suatu malam sepulang cari makan di warung (Maklum, anak sekolah!) menuju tempat dimana saya bisa tidur di kampus, mata terperanjat sejenak melihat ada kertas printer di tempel dimana-mana. Tembok, pintu, luar ruangan, motor, bahkan sampai ke tempat wudlu di masjid kampus. “Gile, ane dikerja’in dap!” menggerutu. Ku buka pintu depan sebelum menuju ruang studio, saya yakin pelaku masih berkeliaran di sekitar sini. Tepak seperti prakira cuaca. 3 butir manusia pada pura-pura tidur dengan muka yang ndak bisa nahan ketawa. Langsung dach, jurus seribu bahasa ku semburkan pada mereka agar ngaku, siapa pencetus ide utama. Satu menit, dua menit, lima menit, belum kelar. Beberapa menit, akhirnya mereka tak bungkam selamanya. Terkuak sudah. Di akhir cerita, mereka minta imbalan yang setimpal dengan usaha untuk ngeprint, nempelin dimana-mana (Intinya bikin surprise tadi) dengan makan malam paksaan. Baik, saya kalah. Jalan baru ponorogo menjadi saksi alam atas keusilan itu. Lahapnya nasi pecel dan kopi dilidah mereka, ku bahagia campur sendu meminum ‘es kencur’ memandang jalanan.

Thank’s for everything, Dudes.

This slideshow requires JavaScript.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.