Putus hubungan karena beda keyakinan

Putus hubungan karena beda keyakinan

|Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kejadian ini|

Cerita yang sering kita dengar dan lihat di sekitar bahkan telah membudaya, dua insan manusia di pertemukan dalam satu perasaan yang dinama ‘Mahabbah atau cinta’ tanpa memandang strata sosial hingga keyakinan dari kedua belah pihak. Ada yang berakhir happy ending dan ada pula yang berlanjut na’as makin suram. Apakah boleh keadaan seperti ini tetap bertahan? Berikut alur singkat cerita itu:

Disuatu pagi bermandikan panas sinar matahari tepat di ujung kepala, dua orang sahabat sedang duduk di atas pasir pantai. Mahasiswa tingkat akhir, bernama Ugalanus, yang sedang mencurahkan isi hatinya kepada sang sahabat, Cungkringus.

Ugalanus: “Akhirnya aku putus sama dia…”

Cungkringus: “Apaaaaaaaaaaaa!!! Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaak (ma’af, terlalu ekspresif), Lha kamu kenapa putus? bukannya sudah saling setia dan kalian sudah pernah membicarakan kelanjutan hubungan hingga tahap pernikahan?”

Ugalanus: “Iya, tetapi batal.”

Cungkringus: “Kenapa?”

Ugalanus: “Beda keyakinan…”

Cungkringus: “Beda agama githu?”

Ugalanus: “Bukan, aku berkeyakinan bahwa aku ganteng, tapi si dia tidak yakin…”

Cungkringus: (Hening)

Dan ketika adzan dzuhur tiba, mereka berdua seketika mengambil air wudlu dan sholat di mushola terdekat di lanjutkan do’a dalam hati si Ugalanus: (Semoga keyakinan ini segera berakhir…) sedangkan si Cungkringus, dia istighfar sebanyak-banyaknya setelah apa yang ia dengar barusan. The and.

Source: M Rheza Zulfahmi

Picture: Matanews

 

15 Responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s