|Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kejadian ini|
Cerita yang sering kita dengar dan lihat di sekitar bahkan telah membudaya, dua insan manusia di pertemukan dalam satu perasaan yang dinama ‘Mahabbah atau cinta’ tanpa memandang strata sosial hingga keyakinan dari kedua belah pihak. Ada yang berakhir happy ending dan ada pula yang berlanjut na’as makin suram. Apakah boleh keadaan seperti ini tetap bertahan? Berikut alur singkat cerita itu:
Disuatu pagi bermandikan panas sinar matahari tepat di ujung kepala, dua orang sahabat sedang duduk di atas pasir pantai. Mahasiswa tingkat akhir, bernama Ugalanus, yang sedang mencurahkan isi hatinya kepada sang sahabat, Cungkringus.

Ugalanus: “Akhirnya aku putus sama dia…”
Cungkringus: “Apaaaaaaaaaaaa!!! Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaak (ma’af, terlalu ekspresif), Lha kamu kenapa putus? bukannya sudah saling setia dan kalian sudah pernah membicarakan kelanjutan hubungan hingga tahap pernikahan?”
Ugalanus: “Iya, tetapi batal.”
Cungkringus: “Kenapa?”
Ugalanus: “Beda keyakinan…”
Cungkringus: “Beda agama githu?”
Ugalanus: “Bukan, aku berkeyakinan bahwa aku ganteng, tapi si dia tidak yakin…”
Cungkringus: (Hening)
Dan ketika adzan dzuhur tiba, mereka berdua seketika mengambil air wudlu dan sholat di mushola terdekat di lanjutkan do’a dalam hati si Ugalanus: (Semoga keyakinan ini segera berakhir…) sedangkan si Cungkringus, dia istighfar sebanyak-banyaknya setelah apa yang ia dengar barusan. The and.
Source: M Rheza Zulfahmi
Picture: Matanews



hahaha….
laki gw ampe ikut2an ketawa bacanya…
baguslah mbak, makin mesra kalo kompakan githu, hehe.
Hemm berhubungan
Woot? I don’t want ‘berhubungan’ to you. .
ngakakkk aku bacanya…buakakakak
dijaga intonasinya, hehe. .
Emang kayak apa sih wajah si ungalanus,
yakin, bukan kayak ane. hehe.
kirain mw posting hal2 yg sensi, ternyata… wakakakka
*masih ngakak
ya masih belajar untuk nulis serius tapi jadinya ya kayak githu mbak. .
batinku,, postingan.e jeru tibak.e nggo guyon tok to mas,,
haha. . iki yo guyone jeru Nda. .
geblek, kirain gw keyakinan apa..!!!
kocak2..
:ngakak
itulah hidup kawan, hehe.
kocak benar niie cerita
ampe2 gug bisa berhenti ketawa.