Articles

PPPK (Pertolongan Pertama Penyiar Kantuk)

In Broadcasting on March 21, 2011 by Lambang Tagged: , , , , , , ,

Berkomunikasi, memang mudah dan terkadang memang begitu terasa sulit. Lewat komunikasi pula manusia mengerti satu sama lain. Aktivitas yang satu ini memang tidak pernah mengenal istirahat, coba perhatikan, pernahkan sehari saja kita tidak mengeluarkan sepatah dua (patah) kata dari mulut kita? (kecuali anda merupakan orang yang pernah menjalani ritual pertapaan dalam hutan berhari-hari sendirian, ya mungkin ujung-ujungnya sumpah serapah keluar sehabis digigit nyamuk hutan segedhe bagong. halah) Seandainya itu bisa dilakukan secara kontinuitas, pastilah kita dapat menghemat pendapatan dosa dengan menjaga lidah dan mulut kita ini. Untuk kadar orang yang berpekerjaan normal (normal merapatkan mulut), contohlah kantoran bagian accounting atau apalah yang penting melototin komputer, sudah tidak betah untuk terus-terusan menahan ucap apabila datang kesempatan ingin bercengkrama yang tumben teman sekantor lewat lalu-lalang. Tentunya bisa di bayangkan orang yang punya hobi pemborosan kata (NB: cerewet) dengan pekerjaan yang sesuai hobi mereka = penyiar radio, saya yakin masih ada peluang untuk korupsi kalimat di tiap sela-sela mereka berbicara jika kesadaran muncul dan terealisasi. Kalau korupsi kata mah, saya yakin tidak masalah. Bahkan orang yang ada di sekeliling kita biasanya akan sedikit lega dengan mulai menipisnya polusi suara yang sering organ lidah ciptakan, hehe.

Tidak semua seorang penyiar radio cerewet seperti anggapan buta kita, sebab tertutupi alibi bahwa yang namanya pekerjaan di depan microphone pastilah pandai dalam bercakap lidah. Ya memang betul, keahlian tersebut ada karena desakan. Dalam kesehariannya, banyak pula announcer yang mempunyai tabiat pendiam dan low profil. Seakan menjalani dua peran yang sama-sama membutuhkan totalitas maupun dedikasi (dedikasi adalah kewajiban yang mengharuskan untuk tidak menguntungkan diri pribadi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam bentuk materi atau lainnya, berkat fungsi yang dilaksanakannya yang berkaitan dengan kepentingan dan tekanan dari pihak ketiga, dalam bentuk apapun juga, dengan maksud selalu menghormati dan menjunjung tinggi kebersamaan hak dan kedudukan setiap warga negara. menurut mas bro ini). Di rumah bersama keluarga dan masyarakat itulah merupakan karakter yang sesungguhnya, sedangkan waktu untuk menjalankan kewajiban sebagai pencari nafkah on the air, peran kedua datang menggeser jati diri sebentar. Untuk itu, komunikasi di manfaatkan penuh oleh banyak pelaku di bidang jasa ini. Selamat ya.

Sepandai-pandainya orang berkomunikasi pasti ada saat-saat dimana dia merasa malas dan berat mengeluarkan beberapa (biji) huruf walaupun semudah mengeluarkan huruf H & U dalam kata: “Huaaah” sewaktu menguap. Dan ini sering terjadi ketika malam hari tiba kisaran waktu pukul 21.00 WIB sampai 00.00 WIB. Tetapi ada pengecualian terkait hal ini, kayak orang yang lagi begadang ronda malam sambil main kartu (remi) tanpa judi, ngopi di warung sambil bicara yang sedikit fulgar (!@#$%6), orang yang dzikir setelah tahajut (ini yang patut di tiru), dan maling yang sedang mengkondisikan tempat dengan kru-nya bahwa target aman, halah. Sebut saja orang yang malas ini adalah seorang penyiar tadi yang kebiasaannya cerewet, eh ternyata bisa saja low battery saat shif jaga malam studio tiba, ngerasa nggak kuat nyangga bulu mata di depan michrophone & mixer untuk menemani pendengar setianya. Saya tidak begitu mahir dalam mengatasi penyakit turun-temurun para announcer ini, tapi biasanya saya akan mencoba beberapa hal experiment:

  • Posisi duduk setegap mungkin entah anda di kursi sofa maupun kayu dan jangan biarkan tulang punggung melengkung terkena efek kemalasan karena ini akan mempercepat rasa kantuk.
  • Jika belum berhasil, cobalah cari air minum yang dingin dan nyalakan AC mencapai 16 derajat celcius. Diamlah sejenak.
  • Oh My God, tips kedua ternyata membuat anda ingin segera ke kamar mandi. Tak apa, perjalanan anda menuju kamar mandi membuat kaki bergerak dan secara tidak sadar membuat organ bekerja, jantung memompa darah, menyerap energi lebih banyak dalam tubuh, dan membuat badan terasa hangat. Berhasil, anda tidak tidur.
  • Tunggu, ini belum berakhir. Perjalanan anda dari ruang studio siaran menuju toilet tidaklah terlalu dekat dan juga bukanlah journey to the center of earth-nya Brendan Fraser. Ini memakan rumayan energi cadangan dalam tubuh sebagai kekuatan untuk bergumam depan michrophone. Gawat, pertanda anda akan segera terkantuk kembali.
  • Saran terakhir adalah minumlah kopi. Ya coffee. Kalau lagi diabetes, janganlah kasih gula. Kalau nggak ada air matang, pakailah air kran seandainya benar-benar-benar-benar terpaksa.
  • Tak ada satupun tips yang berhasil, tunggulah sampai hari esok tiba untuk meminta kepada penanggung jawab siar agar di ganti (rolling) dari jam malam pindah ke jam siar di pagi atau siang hari. Saya yakin, rasa kantuk dan malas siaran sebab low-bat akan segera berakhir, diikuti dengan denda harian karena tidur dijadwal on air tadi malam, hehe.

Itulah plot singkat antara komunikasi, penyiar radio, dan malam hari. Semoga suatu saat kelak, mereka bertiga dapat kompak dalam berkolaborasi segarang trio macan dan seharum nama trio kwek-kwek. Selamat mencoba.

Source picture : – laughingsquid.comrideofthemergansers.com

7 Responses to “PPPK (Pertolongan Pertama Penyiar Kantuk)”

  1. engg, ini pengalama pribadi ya mas lambang? dududu,, yang suka tjuap tjuap. biasanya kalo penyiar itu banyak fensnya lohh :mrgreen:

    • bukan mbak. . bukan. . ini bukan hasil pengalaman saya, tapi teman-teman saya yang sudah melalang buana di udara, haha. .
      saya mah, jadi asisten doang. hehe.

  2. hmm, penyiar radio…
    cita2 saia dari dulu yg blm prnh kesampaian….hehehe

  3. ni q punya suara serak tak apalah , ANDARI gitu juga !!! announcer / radio / write more and do more

  4. . iiich poto nya keren” …
    . luchu lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: