
Foto ini diambil saat saya mengikuti perkuliahan di salah satu ruangan kampus. Ternyata anggapan selama ini benar, bahwa tempat yang paling nyaman untuk rehat dan tidur siang adalah kelas. Gimana tidak, gaya ceramah dosen yang (sebagian) luar biasa itu (mempertahankan metode lama) bak suara lembut musik jazz membawa penikmatnya benar-benar serasa dinina bobo’kan. Saya menganggap tulisan diatas merupakan wujud dari curahan isi hati sekaligus kepuasan atas jasa yang di berikan dosen kepada mahasiswa yang merasa kantuk tak tertahankan, mengambil inisiatif untuk mengambil stepo (penghampus tinta hitam) dan mengabadikan moment tersebut dengan menulis di kursi depannya. Apakah anda salah satu yang pernah merasakan: “Dosen koe pengantar tidor?”

Apa maksud yang tersirat dari foto tersebut? Tak ada, cuman saja selagi kita menunggu dosen datang, kutemukan kardus garbage (tempat pembuangan sampah) yang bertuliskan dua kata itu, kusandingkan dengan temen yang sedang merokok sampil pencet hape. Alhasil, mereka berdua sangat serasi. Cie cie cie. .

Jangan taruh kunci motor sembarangan. Cukup jelas maksudnya.



Meskipun hanya kamera hape tapi hasilnya bagus, bisa bercerita.
benar sekali, anda membesarkan hatiku. haha.
weh bis ikut lompa photograpy jADi hobi jeprat jepret
apa kebalikannya ?
sayang hapeku tak sebagus punyamu hohoho
kebalikannya hes, ya saya khan photographer tak bermodal. . modal 5 megapixel duang ah, kamu pasti bisa. .
. keren keren ..
. meskipun ittu hanya sebuah kamera