Archive for August, 2011

Articles

Alhamdulillah, ramadhan tiba.

In Event on August 14, 2011 by Lambang Tagged: ,

Banyak manusia menemukan jalan hidupnya pada keterkaitan yang tak terkira, dengan berusaha menjadi sesuatu yang terbaik pada setiap tingkah laku dan tutur kata. Ramadhan kali sungguh indah, diisi oleh sanubari setiap insan untuk sepenuhnya melaksanakan ibadah yang di ridho’i di jalan Allah. Indahnya ramadhan bersama orang-orang tercinta, indahnya ramadhan dengan perasaan sabar menahan segala goda’an keduniawian, sebulan saja sudah cukup menjernihkan atas apa yang kita perbuat berupa kesalahan-kesalahan yang lalu. Apakah bakal kita sadari, mana yang sengaja maupun tidak disengaja kita lakukan dan telah bernilai dosa. Kita tak pernah mengetahui sejatinya itu. Hampir sama dengan pahala yang kita punya. Selama masih melaksanakan tanggung jawab untuk hidup di dunia, hasil amal tersebut tidak akan pernah di ketahui manusia secuilpun sampai ajal menjemput.

Anugerah terindah dan patut untuk di syukuri saat ini adalah dapat merasakan datangnya bulan ramadhan kali ini, ada penantian panjang manusia untuk sampai ke tahap seperti yang kita rasakan sekarang dan dengan perasaan yang berbeda-beda pula. Ada yang senang sewaktu menanti bulan ramadhan ini hingga memasukinya, ada yang biasa saja karena tidak merubah apapun, yang sukanya makan ya tetap bisa makan sebab memang tidak ada keinginan untuk berpuasa, yang sukanya gosip tetap aja rasan-rasan (membicarakan perihal orang lain), yang sukanya melihat aurat wanita yang bukan muhrim, masih saja belum menjaga pandangan ketika ada akhwat yang lewat di depan ikhwan sekalian. Ya memang bukan salah kaum lelaki sepenuhnya juga, banyak sekali wanita yang masih mengenakan pakaian serba minim bahan sehingga terdapat lekukan dan juga secuil bagian tubuh yang bisa dilihat orang lain. Dan masih banyak lagi macamnya apa yang di rasakan manusia mengenai datangnya bulan suci ramadhan.

Sebagai manusia yang biasa saja di mata orang lain dan Allah SWT (menurut aqli sendiri), saya hanya menerapkan satu amalan di bulan puasa yang disini dengan menahan lapar dari mulai terbit fajar hingga terbenam. Kandungan sejati berpuasa belum saya laksanakan dan terapkan dalam kehidupan, mulai apa sebenarnya makna puasa yang kita jalankan, menjaga pandangan kepada yang bukan muhrim (saya termasuk cowok yang jelalatan kalau lihat yang bening-bening, hadewh), menjaga perkataan untuk tidak membicarakan aib seseorang dan perkataan lain yang tak terkontrol ataupun kurang sopan, tingkah laku yang sak karepe dewe, kadang sedikit-dikit masih suka bohong demi menjaga kerahasiaan sesuatu. Ya begitulah, perasaan untuk terus intropeksi diri seakan wajib ada selama masih menginjakkan kaki di atas bumi-Nya.

saya (tukang sapu ijuk karbitan) bersama temen KPM & ustad wahyu sehabis bersih-bersih di masjid islamic centre slahung

Untuk ubudiyah di ramadhan kali ini terasa belum ada peningkatan, masih saja jarang nderes qur’an, sampai saat ini belum menyentuh air wudlu untuk menjalankan sholat tahajud, apalagi sholat dhuha yang selama ini saya planning ternyata bisa dihitung berapa kali saya lakukan. Intropeksi diri yang panjang dalam daftar kebaikan yang tak terlaksana, hehe. Yang jelas, walau banyak kekurangan diri saya dalam menjalankan ibadah dibulan suci ini, saya anggap ramadhan kali ini adalah ramadhan yang penuh berkah dan menarik daripada ramadhan-ramadhan sebelumnya dimana saya beserta beberapa teman seakademisi di kampus melaksanakan kegiatan KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) yang sedikit berbeda versi dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di salah satu desa di ponorogo dan merasa dekat dengan seseorang untuk bertukar fikiran mengenai pengalaman hidup juga harapan (Aneh, bukannya deket sama Tuhan malah makhluknya. Heleh). Berusaha mencari apa makna yang terkandung setiap kali memasuki bulan suci ini dan terus menggali segala kebajikan yang dapat di laksanakan ditiap detik peristiwa. Semoga kita semua, kaum muslimin & muslimat, mendapat keberkahan menjalani puasa di bulan ramadhan yang penuh rahmat dan maghfirohnya.

Links

I Don’t Know!

In Up to me on August 14, 2011 by Lambang Tagged: ,

Hari ini tepat di hari senin 25 juli 2011, dan saya terbangun untuk kesekian kali merasakan udara yang dingin di kawasan madiun selatan. Bangun tak setepat adzan parau tua tetangga saya di mushola, sebagai anak muda yang kalah cekatan dengan generasi terdahulunya. Ya begitulah, bertambahnya umur tak menjadi alasan bagi orang seperti ini untuk segera merubah pola pikir dan pola ujar.

Blog abal-abal ini, lebih spesifik lagi di katakan sebagai blog diary yang sudah 3 tahun saya miliki tapi perkembangan dari sang penulis masih sama seperti semula dia melahirkannya. Saya katakan sekali lagi memang menulis itu susah, belum ada idelah, waktu senggang abislah, jadwal kuliah dan part-time yang tanpa liburlah, dan –lah –lah –lah lainnya. Selalu alasan yang sama untuk tidak nge-blog. Satu lagi, giliran waktu lenggang tiba, sudah siap untuk menuangkan ide (dalam artian, masih mencari) eh, hasrat untuk menge-klik wordpress log in teralihkan ke file yang bertuliskan Need for speed hot pursuit & Crysis 2 (halah). Gamer sejati takkan pernah mati, maksudnya tau cari cara lain untuk bisa nge-game walau listrik mati & etc.

Hari-hari setelah ujian akhir semester ku lalui bersama dengan game yang barusan terinstall, sebangsa Call of duty: Black Ops, Sniper Art of victory, Need for speer Shift 2 unleashed. Sengaja dipersiapkan agar bisa merasakan kembali masa muda tapi tak melupakan umur pertanda telah hadir masa tua, sebab setelah ini harus bertempur dengan KKN yang bakal hadir di bulan puasa dan PPL II untuk praktek mengajar di sekolah dan kesemuannya itu mengingatkan saya bahwa “Oh iya, ternyata jurusan yang saya ambil adalah calon guru, terus kemana jiwa mengajar saya, kok belum muncul-muncul, apa gara-gara sudah tau kesejahteraan seorang guru itu sedikit, ataukah sudah berfikir profit oriented lain, sungguh jiwa yang bimbang!”. Ya begitulah Bray, salah satu yang menjadi tanda tanya besar saya adalah mengenai kesejahteraan guru indonesia yang terabaikan apalagi seorang guru sukuan, betapa besar jiwa kesabaran yang dipupuk menunggu masa sertifikasi itu tiba. Trus, sebenarnya kamu pengen nulis tentang game atau kritisasi guru sich Mbang? Haha. Nggak tau juga mau nulis apa disini. Hanya membiarkan jari-jemari terus mengetik kata-kata yang mulai terjejer di otak saya. Dan setelah ini, ketikanpun berakhir tanpa topik yang jelas.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.