Archive for September, 2011

Articles

Buku “The Kampus” (ngakak sampai mampuss!)

In Advertise on September 21, 2011 by Lambang Tagged: , , , , , ,

Hidup tu ndak selamanya serius, dan juga ndak selamanya harus santai. Ada penyeimbang untuk keduanya agar kita bisa ini mengatakan bahwa: “Inilah dunia dan segala permasalahannya, kalau saja kita hidup tanpa ada masalah, saya khawatir, jangan-jangan kita tidak berada di dunia kawan!”. Lalu apa? Embuh.

Moment serius pun tiba, dimana tugas kampus yang semakin banyak, dosen yang kurang pengertian (saya bilang resek) sebab saya termasuk mahasiswa yang tak tau diri. Dan di saat ini pula saya menemukan sebuah buku tipis yang cukup lucu untuk dibaca. Tak hanya lucu, tapi ini rumayan menghibur dengan guyonan cerdas dikalangan kaum yang punya predikat “Tukang Demo” di dunia pendidikan. Seperti inilah artikel singkat itu: (Jeng jeng jeng) Read More »

Articles

Sekilas tentang “Radio C Madiun”, apa’an tuh?

In Broadcasting on September 19, 2011 by Lambang Tagged: , ,

Sebenarnya hal ini bisa dikatakan promo, kalo launching ya bukan, masalahnya bukan media audio yang baru untuk masyarakat karesidenan Madiun (We call by Kota Gadis – Perdagangan dan industri). Ya tak apalah, sebab pengen aja nulis sesuatu yang berkaitan tentang tempat kerja part-time saya sekarang.

Radio C Madiun, dalam hati atau pikiran kamu pasti ada yang bertanya-tanya, apa ini? nggak to, kalo nggak berarti saya salah tebak. Atau mungkin mempermasalahkan peletakan nama radio tersebut. Kenapa nggak C Radio aja ketimbang Radio C? Enakan dengernya C Radio dech, semisal radio yang ada di ibukota sana dengan tag-line “100% musik indonesia”, yakni I Radio ato radio miliknya ardan manajement, yakni B Radio. Kalau masalah penamaan mah saya nggak bisa ikut campur. Itu urusan Owner ato sesepuh radio ini dulu gimana. Ya ya ya, serumit itukah fikiran kalian mempermasalahkan itu, saya yakin juga tidak. Cuman saya aja yang heboh. Doh.

Radio ini merupakan radio kedua setelah saya resign dari radio yang ada di kampus dengan perbedaan yang sangat mencolok mulai dari tempat kerja saya dahulu yang masih menjadi komunitas beralih ke tempat yang sudah komersil sejak orok. Pressure pun tambah dan segalannya juga ngikut tambah (hanya saja mukaku kok nggak tambah gantengan ya, dikit aja masa’ pelit, halah). Memang di tempat kerja sekarang membuat saya lebih improve skill & time manajement yang pas agar tidak mengganggu jadwal perkuliahan. Alhamdulillah, seluruh crew baek-baek, jadi care ke anggota lain yang masih sekolah.

Bertempatkan di Jl. Cemara no. 216 Sangen Madiun. Masih bingung? ya tepatnya selatan pas pengisian bengsin di daerah sangen atau kalau bener-bener kurang jelas, tanyalah pada orang yang kamu percaya dan tau dimana radio ini berada kawan. Sebelum “Radio C“, nama di udara adalah “Radio Cemara” dan sebab perubahan nama tersebut akhirnya merubah segala yang ada disini, mulai dari format radio, genre lagu yang mulai mengadaptasi Manca & Domestik, dan target kalangan pendengar menengah ke atas.

Apalagi ya, ya ini dulu aja. Ternyata saya nggak pandai mendiskripsikan sesuatu. Susah banget. Langsung chekidot gambarnya aja Dap.

Ya beginilah keadaan studio saya sekarang. (Lho kok ada bantal segala?) Sebab diantara barang elektronik di studio, hanya bantal-lah yang mengerti saya banget. Bantal di radio tu sesuatu banget. Saya sangat sayang dia. Dia faham kalo kita (crew) lagi capek ato rebahan. Dia-lah yang pengertian, tak tergantikan. hehe.

Articles

Hadapi dengan senyuman

In Opinion on September 12, 2011 by Lambang Tagged: , , , , ,

Belajar untuk membuat orang lain merasa bahagia dengan kehadiran kita memang terkadang menyenangkan dan memilukan. Menyenangkan jika rencana kita untuk membuat orang lain tersebut tersenyum berhasil tanpa harus ada imbalan materi, sebab kepuasan batin sudah cukup kita dapat sebagai imbalan yang pas. Memilukan jikalau dengan sekuat tenaga dan fikiran kita curahkan untuk membuat orang di sekitar kita bisa tersenyum bahagia, ternyata hasilnya tidak, kita gagal melakukannya, sungguh serasa hari itu bagaikan hari akhir kita hidup sebagai manusia. Pengen segera kiamat aja. Pilu.

Ya begitulah, tersenyum, bagi orang yang kurang terbiasa melakukannya memang sangat susah. Jika kamu termasuk orang yang sudah punya kebiasaan “nyengar-nyengir sendiri” bahkan sudah menjadi bagian dari kehidupan kamu dengan kata lain, sehari nggak senyum. . apakata dunia! such there’s a missing part, maka beruntunglah kamu. Seperti kata guru ngaji bilang gini: (once upon a time) SANTRIKU. . Senyum adalah ibadah. . maka tersenyumlah. .” Dan di hari itu juga sehabis denger kata pak kyai sejumlah anak pondok pun mengupayakan menarik keatas tepi bibirnya dan menunjukkan gigi putih kekuningan mereka biar bisa senyum seindah mungkin karena pengen dapet pahala, khan ibadah bray. Alhasil, mereka bisa melakukan himbauan sesepuh di hari tersebut. Esok harinya lagi, paling udah lupa apa kata pak kyai. Doh.

Sore ini gara-gara sebuah foto (tiba-tiba jatuh dari langit – Gedubrax! – Ngayal abis) yang saya dapat sewaktu surfing, saya jadi kepengen bisa senyum selebar-lebarnya dan seluas-luasnya agar orang lain tau, saya bisa senyum. Halah. Sebab susahnya minta ampun untuk senyum sewaktu sedang marahan Gan.

Dan ini fotonya (teteteeeeeeeeet!):

|Mungkin lagi teringat lagunya dewa19 yang judulnya "hadapi dengan senyuman", dalam mengamankan sebuah unjuk rasa (maaf, apasih.com gak tau dimana dan kapan), dan terlihat situasi sedang genting2nya.. disaat itu pula terlihat seorang warga sedang mengacung-acungkan goloknya kepada seorang anggota polisi, bukannya menghindar. pak polisi ini malah membalasnya dengan senyuman... kereeeen pak. tak selamanya kekerasan dibalas kekerasan| itulah sepenggal kalimat yang menerangkan foto ini.

Read More »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.