Author Archive

Links

Your smile make me freeze

In Up to me on August 31, 2013 by Lambang Tagged: ,

Melihat masa-masa mereka berlarian, menendang bola yang bundar setelah lonceng menggema, saling merangkul bahu, saling mengejek teman, berpakaian pramuka yang lusuh (baju depan di masukkan dan yang belakang terurai seolah-olah menutupi saku belakang yang kering ataukah pantatmu yang krepeng sobat, haha) anak kelas 10… Begitu polos kalian.

Senyum itu, yang kulihat itu, adalah senyumku 7 tahun yang lalu. Aku masih senang mengingat memori yang lalu melalui tingkah keonaran di depan mata. Bersandar di satu pilar, sebentar menengadah ke awan, kemudian membungkuk di pagar pembantas besi, angin siang hari panas nian. Kaukah yang merasakan kesejukan sendiri di antara keringat yang lain?

Setidaknya… Aku ada di antara sejarah kalian. Terima kasih untuk moment-nya.

Statuses

Galau? Olahragalah

In Daily / Experince on January 6, 2013 by Lambang Tagged: , ,

Selama ini yang ada dalam slogan buku penjaskes (pendidikan jasmani dan kesehatan) adalah Mens sana in corpore sano, yang artinya a healthy mind in a healthy body. Masih nggak ngerti juga, yaudah saya terjemahin, artinya jiwa yang sehat terdapat di dalam tubuh yang sehat. Bener nggak ini??? #garuk-garuk. Dan kemudian suatu hari saya mengalami syndrom ababil. Padahal di usia yang sudah tak muda lagi seharusnya syndrom ini musnah dari kehidupan, Galau itu mendekatiku. Oh God. Manusia punya cara unik sendiri untuk memusnahkan rasa tersebut, mulai main PS, mancing mania, makan besar, makan kecil, makan super kecil (anak kost), salto sambil bilang wow (iklan), dan ngelakuin hobi masing-masing. Saya pilih yang terakhir dari sekian pilihan, melakukan hobi. Nah, mulai mikir, hobi saya apa ya. Holy Crap!!! Saya nggak punya hobi. Mikir pake lama, akhirnya saya ngelaku’in hobi orang lain yang dulu pernah jadi hobi saya. Olahraga. What!!! body sekerempeng ini hoby olahraga??? Nggak banget. Ini buktinya:

tre

Read More »

Links

Upload dulu sebelum makan #bukannya Do’a

In Up to me on August 5, 2012 by Lambang Tagged: , ,

Moment Puasa Ramadhan kali ini, rumayan banyak juga yang posting di facebook dengan menu buka puasa atau sahuuuuuuuuur yang kayak gini. hadeeeeewh.

Links

Lagi mampir #log-in

In Up to me on August 5, 2012 by Lambang Tagged:

Kalo terbilang lama ndak ngeblog ya lama juga ya, sudah sekitar 8 boelanan nich tak posting apapun di blog tercinta. Berasa sekali lama ndak nulis apapun dan terasa kaku. Tiba-tiba waktu siang tiba, sambil nunggu download-an film ” The Hunger Games”, iseng-iseng lagi dech log-in dan liat dashboard yang udah usang. hehe.

Akhirnya puasa tiba, dan ini menjemukan sekali bagi pengangguran cap teri seperti saya yang masih belum siap untuk menyelesaikan skripsi (apalagi wisudanya, hoho) dan dimana-mana selalu terdengar pertanyaan yang sama: “Kapan Wisudanya?”, saya pun cuman cengar-cengir tak karuan boz. Iya dech, semoga ini awal saya untuk bisa memulai segera menyelesaikan skripsi yang tertunda. Dikata sibuk ya ndak juga, karena paling side-jobnya ya siar aja dengan gaji pas-pas’an. Dikata nganggur terasa sangat, tiap jam berlalu dengan nonton film terbaru dan main game *NBA 2K12, NFS Shift 2, Reckoning, The Witcher 2, de el el* yang sekarang mulai saya terapkan pembersihan folder dari game di laptop dan hal yang mengganggu konsentrasi seorang mahasiswa semester akhir ini. #Wuuuz

Ya semoga saja, ada kesemangatan lagi yang timbul untuk segera menyelesaikan SKRIPSI (not SkripShit)

Terus, yang lagi nyekripsi pas puasa, Semangkaaaaaaaaaaaaaa!

Intinya apa sich postingan barusan: Ndak ada #Hooooek

Photos

Tak ada bangku, lantaipun jadi (demi dosen… eh, absen!)

Tagged: on January 9, 2012 by Lambang

2 Comments

Articles

Buku “The Kampus” (ngakak sampai mampuss!)

In Advertise on September 21, 2011 by Lambang Tagged: , , , , , ,

Hidup tu ndak selamanya serius, dan juga ndak selamanya harus santai. Ada penyeimbang untuk keduanya agar kita bisa ini mengatakan bahwa: “Inilah dunia dan segala permasalahannya, kalau saja kita hidup tanpa ada masalah, saya khawatir, jangan-jangan kita tidak berada di dunia kawan!”. Lalu apa? Embuh.

Moment serius pun tiba, dimana tugas kampus yang semakin banyak, dosen yang kurang pengertian (saya bilang resek) sebab saya termasuk mahasiswa yang tak tau diri. Dan di saat ini pula saya menemukan sebuah buku tipis yang cukup lucu untuk dibaca. Tak hanya lucu, tapi ini rumayan menghibur dengan guyonan cerdas dikalangan kaum yang punya predikat “Tukang Demo” di dunia pendidikan. Seperti inilah artikel singkat itu: (Jeng jeng jeng) Read More »

Articles

Sekilas tentang “Radio C Madiun”, apa’an tuh?

In Broadcasting on September 19, 2011 by Lambang Tagged: , ,

Sebenarnya hal ini bisa dikatakan promo, kalo launching ya bukan, masalahnya bukan media audio yang baru untuk masyarakat karesidenan Madiun (We call by Kota Gadis – Perdagangan dan industri). Ya tak apalah, sebab pengen aja nulis sesuatu yang berkaitan tentang tempat kerja part-time saya sekarang.

Radio C Madiun, dalam hati atau pikiran kamu pasti ada yang bertanya-tanya, apa ini? nggak to, kalo nggak berarti saya salah tebak. Atau mungkin mempermasalahkan peletakan nama radio tersebut. Kenapa nggak C Radio aja ketimbang Radio C? Enakan dengernya C Radio dech, semisal radio yang ada di ibukota sana dengan tag-line “100% musik indonesia”, yakni I Radio ato radio miliknya ardan manajement, yakni B Radio. Kalau masalah penamaan mah saya nggak bisa ikut campur. Itu urusan Owner ato sesepuh radio ini dulu gimana. Ya ya ya, serumit itukah fikiran kalian mempermasalahkan itu, saya yakin juga tidak. Cuman saya aja yang heboh. Doh.

Radio ini merupakan radio kedua setelah saya resign dari radio yang ada di kampus dengan perbedaan yang sangat mencolok mulai dari tempat kerja saya dahulu yang masih menjadi komunitas beralih ke tempat yang sudah komersil sejak orok. Pressure pun tambah dan segalannya juga ngikut tambah (hanya saja mukaku kok nggak tambah gantengan ya, dikit aja masa’ pelit, halah). Memang di tempat kerja sekarang membuat saya lebih improve skill & time manajement yang pas agar tidak mengganggu jadwal perkuliahan. Alhamdulillah, seluruh crew baek-baek, jadi care ke anggota lain yang masih sekolah.

Bertempatkan di Jl. Cemara no. 216 Sangen Madiun. Masih bingung? ya tepatnya selatan pas pengisian bengsin di daerah sangen atau kalau bener-bener kurang jelas, tanyalah pada orang yang kamu percaya dan tau dimana radio ini berada kawan. Sebelum “Radio C“, nama di udara adalah “Radio Cemara” dan sebab perubahan nama tersebut akhirnya merubah segala yang ada disini, mulai dari format radio, genre lagu yang mulai mengadaptasi Manca & Domestik, dan target kalangan pendengar menengah ke atas.

Apalagi ya, ya ini dulu aja. Ternyata saya nggak pandai mendiskripsikan sesuatu. Susah banget. Langsung chekidot gambarnya aja Dap.

Ya beginilah keadaan studio saya sekarang. (Lho kok ada bantal segala?) Sebab diantara barang elektronik di studio, hanya bantal-lah yang mengerti saya banget. Bantal di radio tu sesuatu banget. Saya sangat sayang dia. Dia faham kalo kita (crew) lagi capek ato rebahan. Dia-lah yang pengertian, tak tergantikan. hehe.

Articles

Hadapi dengan senyuman

In Opinion on September 12, 2011 by Lambang Tagged: , , , , ,

Belajar untuk membuat orang lain merasa bahagia dengan kehadiran kita memang terkadang menyenangkan dan memilukan. Menyenangkan jika rencana kita untuk membuat orang lain tersebut tersenyum berhasil tanpa harus ada imbalan materi, sebab kepuasan batin sudah cukup kita dapat sebagai imbalan yang pas. Memilukan jikalau dengan sekuat tenaga dan fikiran kita curahkan untuk membuat orang di sekitar kita bisa tersenyum bahagia, ternyata hasilnya tidak, kita gagal melakukannya, sungguh serasa hari itu bagaikan hari akhir kita hidup sebagai manusia. Pengen segera kiamat aja. Pilu.

Ya begitulah, tersenyum, bagi orang yang kurang terbiasa melakukannya memang sangat susah. Jika kamu termasuk orang yang sudah punya kebiasaan “nyengar-nyengir sendiri” bahkan sudah menjadi bagian dari kehidupan kamu dengan kata lain, sehari nggak senyum. . apakata dunia! such there’s a missing part, maka beruntunglah kamu. Seperti kata guru ngaji bilang gini: (once upon a time) SANTRIKU. . Senyum adalah ibadah. . maka tersenyumlah. .” Dan di hari itu juga sehabis denger kata pak kyai sejumlah anak pondok pun mengupayakan menarik keatas tepi bibirnya dan menunjukkan gigi putih kekuningan mereka biar bisa senyum seindah mungkin karena pengen dapet pahala, khan ibadah bray. Alhasil, mereka bisa melakukan himbauan sesepuh di hari tersebut. Esok harinya lagi, paling udah lupa apa kata pak kyai. Doh.

Sore ini gara-gara sebuah foto (tiba-tiba jatuh dari langit – Gedubrax! – Ngayal abis) yang saya dapat sewaktu surfing, saya jadi kepengen bisa senyum selebar-lebarnya dan seluas-luasnya agar orang lain tau, saya bisa senyum. Halah. Sebab susahnya minta ampun untuk senyum sewaktu sedang marahan Gan.

Dan ini fotonya (teteteeeeeeeeet!):

|Mungkin lagi teringat lagunya dewa19 yang judulnya "hadapi dengan senyuman", dalam mengamankan sebuah unjuk rasa (maaf, apasih.com gak tau dimana dan kapan), dan terlihat situasi sedang genting2nya.. disaat itu pula terlihat seorang warga sedang mengacung-acungkan goloknya kepada seorang anggota polisi, bukannya menghindar. pak polisi ini malah membalasnya dengan senyuman... kereeeen pak. tak selamanya kekerasan dibalas kekerasan| itulah sepenggal kalimat yang menerangkan foto ini.

Read More »

Articles

Alhamdulillah, ramadhan tiba.

In Event on August 14, 2011 by Lambang Tagged: ,

Banyak manusia menemukan jalan hidupnya pada keterkaitan yang tak terkira, dengan berusaha menjadi sesuatu yang terbaik pada setiap tingkah laku dan tutur kata. Ramadhan kali sungguh indah, diisi oleh sanubari setiap insan untuk sepenuhnya melaksanakan ibadah yang di ridho’i di jalan Allah. Indahnya ramadhan bersama orang-orang tercinta, indahnya ramadhan dengan perasaan sabar menahan segala goda’an keduniawian, sebulan saja sudah cukup menjernihkan atas apa yang kita perbuat berupa kesalahan-kesalahan yang lalu. Apakah bakal kita sadari, mana yang sengaja maupun tidak disengaja kita lakukan dan telah bernilai dosa. Kita tak pernah mengetahui sejatinya itu. Hampir sama dengan pahala yang kita punya. Selama masih melaksanakan tanggung jawab untuk hidup di dunia, hasil amal tersebut tidak akan pernah di ketahui manusia secuilpun sampai ajal menjemput.

Anugerah terindah dan patut untuk di syukuri saat ini adalah dapat merasakan datangnya bulan ramadhan kali ini, ada penantian panjang manusia untuk sampai ke tahap seperti yang kita rasakan sekarang dan dengan perasaan yang berbeda-beda pula. Ada yang senang sewaktu menanti bulan ramadhan ini hingga memasukinya, ada yang biasa saja karena tidak merubah apapun, yang sukanya makan ya tetap bisa makan sebab memang tidak ada keinginan untuk berpuasa, yang sukanya gosip tetap aja rasan-rasan (membicarakan perihal orang lain), yang sukanya melihat aurat wanita yang bukan muhrim, masih saja belum menjaga pandangan ketika ada akhwat yang lewat di depan ikhwan sekalian. Ya memang bukan salah kaum lelaki sepenuhnya juga, banyak sekali wanita yang masih mengenakan pakaian serba minim bahan sehingga terdapat lekukan dan juga secuil bagian tubuh yang bisa dilihat orang lain. Dan masih banyak lagi macamnya apa yang di rasakan manusia mengenai datangnya bulan suci ramadhan.

Sebagai manusia yang biasa saja di mata orang lain dan Allah SWT (menurut aqli sendiri), saya hanya menerapkan satu amalan di bulan puasa yang disini dengan menahan lapar dari mulai terbit fajar hingga terbenam. Kandungan sejati berpuasa belum saya laksanakan dan terapkan dalam kehidupan, mulai apa sebenarnya makna puasa yang kita jalankan, menjaga pandangan kepada yang bukan muhrim (saya termasuk cowok yang jelalatan kalau lihat yang bening-bening, hadewh), menjaga perkataan untuk tidak membicarakan aib seseorang dan perkataan lain yang tak terkontrol ataupun kurang sopan, tingkah laku yang sak karepe dewe, kadang sedikit-dikit masih suka bohong demi menjaga kerahasiaan sesuatu. Ya begitulah, perasaan untuk terus intropeksi diri seakan wajib ada selama masih menginjakkan kaki di atas bumi-Nya.

saya (tukang sapu ijuk karbitan) bersama temen KPM & ustad wahyu sehabis bersih-bersih di masjid islamic centre slahung

Untuk ubudiyah di ramadhan kali ini terasa belum ada peningkatan, masih saja jarang nderes qur’an, sampai saat ini belum menyentuh air wudlu untuk menjalankan sholat tahajud, apalagi sholat dhuha yang selama ini saya planning ternyata bisa dihitung berapa kali saya lakukan. Intropeksi diri yang panjang dalam daftar kebaikan yang tak terlaksana, hehe. Yang jelas, walau banyak kekurangan diri saya dalam menjalankan ibadah dibulan suci ini, saya anggap ramadhan kali ini adalah ramadhan yang penuh berkah dan menarik daripada ramadhan-ramadhan sebelumnya dimana saya beserta beberapa teman seakademisi di kampus melaksanakan kegiatan KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) yang sedikit berbeda versi dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di salah satu desa di ponorogo dan merasa dekat dengan seseorang untuk bertukar fikiran mengenai pengalaman hidup juga harapan (Aneh, bukannya deket sama Tuhan malah makhluknya. Heleh). Berusaha mencari apa makna yang terkandung setiap kali memasuki bulan suci ini dan terus menggali segala kebajikan yang dapat di laksanakan ditiap detik peristiwa. Semoga kita semua, kaum muslimin & muslimat, mendapat keberkahan menjalani puasa di bulan ramadhan yang penuh rahmat dan maghfirohnya.

Links

I Don’t Know!

In Up to me on August 14, 2011 by Lambang Tagged: ,

Hari ini tepat di hari senin 25 juli 2011, dan saya terbangun untuk kesekian kali merasakan udara yang dingin di kawasan madiun selatan. Bangun tak setepat adzan parau tua tetangga saya di mushola, sebagai anak muda yang kalah cekatan dengan generasi terdahulunya. Ya begitulah, bertambahnya umur tak menjadi alasan bagi orang seperti ini untuk segera merubah pola pikir dan pola ujar.

Blog abal-abal ini, lebih spesifik lagi di katakan sebagai blog diary yang sudah 3 tahun saya miliki tapi perkembangan dari sang penulis masih sama seperti semula dia melahirkannya. Saya katakan sekali lagi memang menulis itu susah, belum ada idelah, waktu senggang abislah, jadwal kuliah dan part-time yang tanpa liburlah, dan –lah –lah –lah lainnya. Selalu alasan yang sama untuk tidak nge-blog. Satu lagi, giliran waktu lenggang tiba, sudah siap untuk menuangkan ide (dalam artian, masih mencari) eh, hasrat untuk menge-klik wordpress log in teralihkan ke file yang bertuliskan Need for speed hot pursuit & Crysis 2 (halah). Gamer sejati takkan pernah mati, maksudnya tau cari cara lain untuk bisa nge-game walau listrik mati & etc.

Hari-hari setelah ujian akhir semester ku lalui bersama dengan game yang barusan terinstall, sebangsa Call of duty: Black Ops, Sniper Art of victory, Need for speer Shift 2 unleashed. Sengaja dipersiapkan agar bisa merasakan kembali masa muda tapi tak melupakan umur pertanda telah hadir masa tua, sebab setelah ini harus bertempur dengan KKN yang bakal hadir di bulan puasa dan PPL II untuk praktek mengajar di sekolah dan kesemuannya itu mengingatkan saya bahwa “Oh iya, ternyata jurusan yang saya ambil adalah calon guru, terus kemana jiwa mengajar saya, kok belum muncul-muncul, apa gara-gara sudah tau kesejahteraan seorang guru itu sedikit, ataukah sudah berfikir profit oriented lain, sungguh jiwa yang bimbang!”. Ya begitulah Bray, salah satu yang menjadi tanda tanya besar saya adalah mengenai kesejahteraan guru indonesia yang terabaikan apalagi seorang guru sukuan, betapa besar jiwa kesabaran yang dipupuk menunggu masa sertifikasi itu tiba. Trus, sebenarnya kamu pengen nulis tentang game atau kritisasi guru sich Mbang? Haha. Nggak tau juga mau nulis apa disini. Hanya membiarkan jari-jemari terus mengetik kata-kata yang mulai terjejer di otak saya. Dan setelah ini, ketikanpun berakhir tanpa topik yang jelas.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.