Archive for the ‘Broadcasting’ Category

Articles

Sekilas tentang “Radio C Madiun”, apa’an tuh?

In Broadcasting on September 19, 2011 by Lambang Tagged: , ,

Sebenarnya hal ini bisa dikatakan promo, kalo launching ya bukan, masalahnya bukan media audio yang baru untuk masyarakat karesidenan Madiun (We call by Kota Gadis – Perdagangan dan industri). Ya tak apalah, sebab pengen aja nulis sesuatu yang berkaitan tentang tempat kerja part-time saya sekarang.

Radio C Madiun, dalam hati atau pikiran kamu pasti ada yang bertanya-tanya, apa ini? nggak to, kalo nggak berarti saya salah tebak. Atau mungkin mempermasalahkan peletakan nama radio tersebut. Kenapa nggak C Radio aja ketimbang Radio C? Enakan dengernya C Radio dech, semisal radio yang ada di ibukota sana dengan tag-line “100% musik indonesia”, yakni I Radio ato radio miliknya ardan manajement, yakni B Radio. Kalau masalah penamaan mah saya nggak bisa ikut campur. Itu urusan Owner ato sesepuh radio ini dulu gimana. Ya ya ya, serumit itukah fikiran kalian mempermasalahkan itu, saya yakin juga tidak. Cuman saya aja yang heboh. Doh.

Radio ini merupakan radio kedua setelah saya resign dari radio yang ada di kampus dengan perbedaan yang sangat mencolok mulai dari tempat kerja saya dahulu yang masih menjadi komunitas beralih ke tempat yang sudah komersil sejak orok. Pressure pun tambah dan segalannya juga ngikut tambah (hanya saja mukaku kok nggak tambah gantengan ya, dikit aja masa’ pelit, halah). Memang di tempat kerja sekarang membuat saya lebih improve skill & time manajement yang pas agar tidak mengganggu jadwal perkuliahan. Alhamdulillah, seluruh crew baek-baek, jadi care ke anggota lain yang masih sekolah.

Bertempatkan di Jl. Cemara no. 216 Sangen Madiun. Masih bingung? ya tepatnya selatan pas pengisian bengsin di daerah sangen atau kalau bener-bener kurang jelas, tanyalah pada orang yang kamu percaya dan tau dimana radio ini berada kawan. Sebelum “Radio C“, nama di udara adalah “Radio Cemara” dan sebab perubahan nama tersebut akhirnya merubah segala yang ada disini, mulai dari format radio, genre lagu yang mulai mengadaptasi Manca & Domestik, dan target kalangan pendengar menengah ke atas.

Apalagi ya, ya ini dulu aja. Ternyata saya nggak pandai mendiskripsikan sesuatu. Susah banget. Langsung chekidot gambarnya aja Dap.

Ya beginilah keadaan studio saya sekarang. (Lho kok ada bantal segala?) Sebab diantara barang elektronik di studio, hanya bantal-lah yang mengerti saya banget. Bantal di radio tu sesuatu banget. Saya sangat sayang dia. Dia faham kalo kita (crew) lagi capek ato rebahan. Dia-lah yang pengertian, tak tergantikan. hehe.

Articles

PPPK (Pertolongan Pertama Penyiar Kantuk)

In Broadcasting on March 21, 2011 by Lambang Tagged: , , , , , , ,

Berkomunikasi, memang mudah dan terkadang memang begitu terasa sulit. Lewat komunikasi pula manusia mengerti satu sama lain. Aktivitas yang satu ini memang tidak pernah mengenal istirahat, coba perhatikan, pernahkan sehari saja kita tidak mengeluarkan sepatah dua (patah) kata dari mulut kita? (kecuali anda merupakan orang yang pernah menjalani ritual pertapaan dalam hutan berhari-hari sendirian, ya mungkin ujung-ujungnya sumpah serapah keluar sehabis digigit nyamuk hutan segedhe bagong. halah) Seandainya itu bisa dilakukan secara kontinuitas, pastilah kita dapat menghemat pendapatan dosa dengan menjaga lidah dan mulut kita ini. Untuk kadar orang yang berpekerjaan normal (normal merapatkan mulut), contohlah kantoran bagian accounting atau apalah yang penting melototin komputer, sudah tidak betah untuk terus-terusan menahan ucap apabila datang kesempatan ingin bercengkrama yang tumben teman sekantor lewat lalu-lalang. Tentunya bisa di bayangkan orang yang punya hobi pemborosan kata (NB: cerewet) dengan pekerjaan yang sesuai hobi mereka = penyiar radio, saya yakin masih ada peluang untuk korupsi kalimat di tiap sela-sela mereka berbicara jika kesadaran muncul dan terealisasi. Kalau korupsi kata mah, saya yakin tidak masalah. Bahkan orang yang ada di sekeliling kita biasanya akan sedikit lega dengan mulai menipisnya polusi suara yang sering organ lidah ciptakan, hehe. Read More »

Articles

Tipe-tipe penyiar radio (unwanted)

In Broadcasting on November 24, 2010 by Lambang Tagged: , , , , , , , , ,

Nah, untuk sesi kali ini saya akan coba membahas tentang jenis-jenis penyiar radio yang muncul di ruang dengar anda (kayak dosen kuliahan wae). Keadaan yang sering muncul ketika seorang announcer sudah merasa melewati format di tiap doing job-nya, menyebabkan munculnya beberapa penyakit. Seperti ‘Ego’ yang terlihat setelah penyiar merasa enjoy di depan mic jika tidak hati-hati. Bukan hanya itu saja, masih banyak yang muncul tiba-tiba tanpa penanggulangan yang tepat sebab dokter belum menemukan resep yang cocok (woot?). Selanjutnya akan kita beberkan tipe penyiar yang bisa membunuh impiannya untuk menjadi radio star, berikut: (source – Becoming a radio star book) Read More »

Articles

Radio streaming

In Broadcasting on March 13, 2010 by Lambang Tagged: , , , , , ,

Salah satu cara unik mendengarkan lagu adalah melalui jalur streaming. Radio streaming merupakan radio yang menggunakan jalur internet sebagai media penyampaian kepada khalayak ramai tanpa menggunakan gelombang FM maupun AM. Sudah satu tahun cara ini saya gunakan ketika rasa jenuh datang ketika mendengarkan radio sekitar. Hampir semua format yang disuguhkan terasa sama di radio daerah sendiri, ciri khas yang paling menonjol yaitu format baca sms pendengar. Penyiar seakan-akan sudah di diklat untuk menjadi pelayan para pendengar hanya dengan memutarkan lagu request mereka. Padahal jauh hari, setiap radio komersil maupun komunitas punya standart ideal dalam bidang kepenyiaran yang tidak sama dengan yang lain. Entah di mulai dari tiap acara, genre musik sampai gaya sang announcer, semua sudah barang tentu terencana dari hasil kesepakatan pada saat awal pembentukan ataupun dari rapat (mingguan bahkan bulanan). Dari situlah, semua plan buat kedepan hancur hanya karna sebuah radio mengikuti pendengar bukan pendengar yang mengikuti format radio. Read More »

Articles

Lho, ada ya tips menjadi penyiar bintang!

In Broadcasting on January 28, 2010 by Lambang Tagged: , , , , , , , ,

Berselang beberapa hari menghabiskan waktu buat ngerjain tugas-tugas kampus yang dari makalahnya-lah atau tugas rutinitas lainnya memang sungguh mempenatkan. Ditambah sekarang pekerjaan menumpuk di kantor kesayangan (maklum, part time! Itung-itung biar nggak ngganggur nich otak ma otot, hehe. .) semuanya butuh selesai tepat waktu. Seperti belajar menghadapi pressure sejak dini walau kadang nyadar udah kelewat umur kepala dua, gege. It’s Ok! easy come easy go, hidup tu indah jika dirasa seperti ini, perlu ada lika-liku sebagai bumbu pemanis suasana dan keadaan. Jadi, nggak flat mulu!

Selain sekedar curcol diatas, kali ini pengen sedikit berbagi sesuatu yang semoga bisa dibilang bermanfaat bagi yang memerlukan. Soalnya bukan tak sengaja kebiasaan membaca buku out of the box (unformal) buat menghindari rasa jenuh berhari-hari sebab menghadapi assignment makalah yang berjubel entah berarah kemana, seakan mata ini butuh penyegaran baru dengan bacaan-bacaan anyar. Buku kali ini yang saya baca mengenai dunia PERS lingkup radio karya Awan Setiawan (seorang manajer program di sebuah radio swasta nasional di kota Bandung) dengan judul “BECOMING RADIO STAR”. (tumben-tumbenan diriku ini pengen baca buku yang begituan, ini bukan karena ilham atau mujizat yang menghampiri buat belajar lewat buku inih, hanya mumpung punya uang buat beli & nggak ada salahnya biar sekali-kali tau, syukur-syukur pinter abis ngebaca yang satu ini, hehe. .) Read More »

Articles

why they must be drop out?

In Broadcasting on November 29, 2009 by Lambang Tagged: , , , , ,

Opening update blog ini ku mulai dengan: Kesejukan di pagi hari berganti dengan kondisi badan yang kurang menguntungkan. Selalu aja kayak gini, kalo malam minggu sering tidur malam dan paginya mata agak lebam item pedes buat melek, persis dengan apa yang saya rasakan sekarang. Dan selanjutnya, penderitaan tidak berakhir disini saja. Hidungpun ikutan mbeler ampe setengah hari kalo nggak di buat tiduran. Yach, makasih nikmatmu ini Tuhan. .

Hari minggu, ya. . minggu. Ini hari minggu!

Ku mulai lagi mengupdate status dari pesbuk dan sekali-kali tak lupa liat keadaan sekilas tweet yang masih bribet makeknya. Maklum kalo anak udah pengen gaul apapun akun itoeh bakal di buat, alhasil malah malu-maluin. Asal punya. .

Kesedihanpun menjadi-jadi ketika pagi ini nggak biasa males dengerin radio streming dari hardrock fm jakarta. Serasa sepi bukan main hanya beberapa musik barat yang di puter tanpa ada announcer yang menyapa para hardrockers-nya (sebutan buat para fans aja!). Do you know guys. . baru keinget! kemaren bertepatan malam takbiran hari kamis tangal 26 november 2009 di sore hari, dua dari penyiar hardrock fm, si IWET RAMADHAN dan RAHMAH UMAYYA menucapkan salam perpisahan buat para pendengarnya, sebab. . mereka berdua bakalan nggak siaran lagi di radio gaul ntuh. Alasan yang iwet ungkapin mengapa dia harus drop out secara legal ini karena sudah waktunya regenerasi, waktunya generasi muda yang menggantikan mereka. Dua orang announcer ini dengan berat hati juga harus mengambil langkah tersebut, karena mereka juga tahu, nggak bisa selamanya di tempat kerja tersebut. Terakhir kali ucapan good bye barengan para kru lainya, bertepatan di acara DnJ (Drive and jive) yang biasa mereka be-dua rame-ramein, ancur-ancurin, tapi tetap mengena di hati pendengarnya. And next, sepertinya tidak hanya kehilangan dua orang penyiar saja di bulan ini, si STENY AGUSTAF dan PANDJI PRAGIWAKSONO bakal hengkang juga dari pendengaran hardrockers. Waaaaaaaaaaaaaah! kok pade keluar semua sech. .

Read More »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.