Archive for the ‘Opinion’ Category

Articles

Hadapi dengan senyuman

In Opinion on September 12, 2011 by Lambang Tagged: , , , , ,

Belajar untuk membuat orang lain merasa bahagia dengan kehadiran kita memang terkadang menyenangkan dan memilukan. Menyenangkan jika rencana kita untuk membuat orang lain tersebut tersenyum berhasil tanpa harus ada imbalan materi, sebab kepuasan batin sudah cukup kita dapat sebagai imbalan yang pas. Memilukan jikalau dengan sekuat tenaga dan fikiran kita curahkan untuk membuat orang di sekitar kita bisa tersenyum bahagia, ternyata hasilnya tidak, kita gagal melakukannya, sungguh serasa hari itu bagaikan hari akhir kita hidup sebagai manusia. Pengen segera kiamat aja. Pilu.

Ya begitulah, tersenyum, bagi orang yang kurang terbiasa melakukannya memang sangat susah. Jika kamu termasuk orang yang sudah punya kebiasaan “nyengar-nyengir sendiri” bahkan sudah menjadi bagian dari kehidupan kamu dengan kata lain, sehari nggak senyum. . apakata dunia! such there’s a missing part, maka beruntunglah kamu. Seperti kata guru ngaji bilang gini: (once upon a time) SANTRIKU. . Senyum adalah ibadah. . maka tersenyumlah. .” Dan di hari itu juga sehabis denger kata pak kyai sejumlah anak pondok pun mengupayakan menarik keatas tepi bibirnya dan menunjukkan gigi putih kekuningan mereka biar bisa senyum seindah mungkin karena pengen dapet pahala, khan ibadah bray. Alhasil, mereka bisa melakukan himbauan sesepuh di hari tersebut. Esok harinya lagi, paling udah lupa apa kata pak kyai. Doh.

Sore ini gara-gara sebuah foto (tiba-tiba jatuh dari langit – Gedubrax! – Ngayal abis) yang saya dapat sewaktu surfing, saya jadi kepengen bisa senyum selebar-lebarnya dan seluas-luasnya agar orang lain tau, saya bisa senyum. Halah. Sebab susahnya minta ampun untuk senyum sewaktu sedang marahan Gan.

Dan ini fotonya (teteteeeeeeeeet!):

|Mungkin lagi teringat lagunya dewa19 yang judulnya "hadapi dengan senyuman", dalam mengamankan sebuah unjuk rasa (maaf, apasih.com gak tau dimana dan kapan), dan terlihat situasi sedang genting2nya.. disaat itu pula terlihat seorang warga sedang mengacung-acungkan goloknya kepada seorang anggota polisi, bukannya menghindar. pak polisi ini malah membalasnya dengan senyuman... kereeeen pak. tak selamanya kekerasan dibalas kekerasan| itulah sepenggal kalimat yang menerangkan foto ini.

Read More »

Articles

Bahasa tutur, bahasa tulis, tetep beda

In Opinion on May 11, 2011 by Lambang Tagged: , , ,

Saya nulis ini sambil bersin-bersin ndak karuan, habis kehujanan sepulang nikahan di tempat temen (yang married temen ane, not me). Nah, di malam yang suram ini, yang besoknya masih UTS kampus & nggak niat belajar, kepikiran secara mendadak buat ngereview sebuah buku yang habis tak beli kemaren-kemaren seharga Rp. 5.000,- jatah diskon di acara bookfair di ponorogo. Awal mula ndak ada niatan sama sekali buat nge-beli buku, tapi ya mumpung disana coba belilah mumpung ada duit (Rp. 10.000 = bengsin 1 liter + 1 buku diskon, halah). Jelas banget to, saya ndak akan berani ngajak temen cewek dengan harta warisan segedhe githu. Makanya, tak pilih ngajak temen cowok kampus sesama pendatang dari luar kota senasib sepenanggungan yang mana jatah makan malam waktu itu kita kumpulkan dari kantong dompet bersama. Mengharukan.

Saya lanjutkan inti perbincangan kita om, mengenai review buku. Jadi gini, diantara serakan buku seharga 5 juta kurangi nol 3 itu mata saya terperanjat pada buku sampul biru depan belakang yang ada gambar mic-mic githu plus rambut cewek bediri kayak kena setrum atau lebih tepatnya setruk, nah, kuraba dia dan kubaca bagian belakang yang jelas menerangkan sang penulis. Tercantum Mas Lus, seorang penyiar dan music director at radio SK (suara kejayaan) 101,6 FM, sebagai pengarang tunggal sebuah buku berjudul ‘Kompilasi Humor Radio’. Kenapa saya tertarik dengan buku-buku berbau announcer? tak ada alasan lain selain harganya yang pas 5 ribuan tadi, juga murah meriah & agag berbobot (teeeet, beneran?). Isinya dibagi menjadi beberapa bagian cerita singkat, seperti ini:

Salah seorang selebritis yang sedang naik pamornya diwawancarai oleh salah satu media hiburan ibukota.

Wartawan: Sebagai seorang selebritis, apa sih kiat sukses Anda?

Selebritis: Well, saya try untuk disiplin. Because, it’s very important. So, buat saya that’s something special yang perlu dilakukan bagi seorang yang ingin sukses. Every morning, saya sport dan juga berusaha well information.

Wartawan: Lalu bagaimana Anda mempertahankan kesuksesan?

Selebritis: Life is beautiful. Jika kesuksesan sudah dalam genggaman, kita akan tahu bagaimana harus bertahan. By the way, seperti seorang petinju yang sudah meng-K.O lawan di ronde-ronde terakhir. So, make it real dalam hidup kita.

Wartawan (berbisik): Sebetulnya dia mau ngomong apa sich?!

______________________________________________________________

Seorang penyiar radio yang cukup banyak penggemarnya dikunjungi oleh salah satu pendengar setianya. Dengan wajah penuh senyum , penyiar itu menyapa pendengar setianya itu. Namun, si pendengar masih diam terpaku, hingga si penyiar mulai menyapanya.

Penyiar: Wah, saya nggak menduga Anda datang juga walau rumahmu jauh sekali.

Pendengar setia: Hmmm, jangan khawatir Mas. Saya pun nggak menduga sosok Mas ternyata tak seberat suara Mas

______________________________________________________________

Saat dipuncak kejayaan, Adolf Hitler ditanya oleh wartawan karena kesuksesannya di bidang politik yang begitu memukau.

Wartawan: Tuan Hitler, apa sebetulnya kiat Anda sehingga punya dukungan politik yang begitu besar?

Hitler: Pertama, menampung aspirasi rakyat dan pintar omong!

Wartawan: Maksud Anda, Tuan?

Hitler: Dengan kita pintar omong, rakyat terhibur dengan kata-kata kita dan terbuai.

Wartawan: Lalu apa lagi?

Hitler: Kumis yang imut!

Hello, gimana? lucu nggak? saya kira nggak lucu-lucu amat bahkan banyak yang menganggap tidak sama sekali, biasa wae. Tapi kalo dipikir lebih mendalam nich om, karena sang penulis termasuk orang yang suka bikin naskah skrip untuk drama di radio, mungkin saja cerita di atas jadi lucu bener kalo sudah dibikin matang bukan mentahan. Maksud saya, dibuat bahasa tutur bukan bahasa tulis. Perlu dua orang untuk mempraktekkan dan direkam suaranya sesuai intonasi, aksentuasi, dan artikulasi agar make it real (jiplak gaya seleb, hehe. .)

Sory kegedhean

Articles

Apa itu kreativitas?

In Opinion on April 20, 2011 by Lambang Tagged: ,

Setahu saya dari ‘tahunya orang lain’ mengenai apa itu kreativitas, bermula dari ‘tahunya orang lain’ itu yang di hubungkan dengan mitos. (Lho, apa yang dihubungkan?) Jadi yang di hubungkan disini adalah pengertian kreativitas dengan mitos yang ada. (O, memang anda ribet jadi narator)

Mitos 1.  Kreativitas adalah bentuk langka dari kejeniusan. Ya nggak lah, siapapun bisa jadi lebih imajinatif.

Mitos ½.  Kreativitas hanya dimiliki ilmu seni dan ilmu pengetahuan saja. Teeeeet! Salah! Semua hal yang terkait dengan manusia, ilmu pengetahuan, budaya, pekerjaan bisa menjadi lahan yang subur untuk menumbuhkan kreativitas.

Mitos ¼Kreativitas itu gampang. Nggak juga tuh. Setiap orang perlu energi, dan motivasi yang kuat untuk memproduksi ide-ide orisinal.

(source: www. closertotruth.com)

Mitos ¾.  → Menurutmu? Silahkan anda isi suka-suka.


Articles

Lupa

In Motivasion,Opinion on January 4, 2011 by Lambang Tagged: , , , ,

Lupa merupakan anugerah terbesar yang dirasakan manusia. Kita bahkan sering tak menyadarinya. Setiap hari bahkan lebih dari sekali kita sering lupa dengan hal-hal kecil disekitar kita. Contohlah sisir rambut, baru tadi pagi sehabis mandi, kita sisir rambut hitam ini agar terlihat rapi dan setelah dirasa cukup kadang dengan sesuka hati kita taruh di sembarang tempat. Hasilnya, di sore haripun setelah selesai mandi, jengkel karena  lupa dimana meletakkan sebuah sisir rambut saja menjadi awal permasalahan yang sering di sepelekan. Itu baru satu benda. Jangan kawan, permasalahan kecil bisa membesar jika sikap yang kita keluarkan selalu memandang remeh hal-hal kecil. Dari situ pembenahan sifat untuk menghargai harus di tanamkan. Read More »

Articles

Extra falling snow on wordpress, Maybe!

In Opinion on December 2, 2010 by Lambang Tagged: , ,

Jika sudah memasuki bulan desember sampai tanggal 4 januari 2010, pengguna sub-domain wordpress akan dimanja dengan ‘Extra’ tambahan hujan salju (falling snow). So, apanya yang aneh. Bagus Agy. jika memang fitur tambahan, kenapa tidak di buat permanen saja? Kok kayak ‘trial’, masa’ wordpress (ala gratisan) menyuguhkan fitur trial? hehe.

Read More »

Articles

Hewan Qurban wanna be

In Opinion on November 16, 2010 by Lambang Tagged: , ,

Hari ini sudah banyak yang dari sebagian umat muslim yang menjalankan sholat idul Adha di pagi hari, dari sejak tadi malampun suara gemuruh takbir terdengar di sebagian masjid dan mushola. Dan sebagian yang lain, ada yang ingin merayakan lebaran Qurban untuk esok hari. Maka dari itu, masih ada yang menjalankan puasa sunnah Arofah sembari menunggu hari besar khan tiba. Saya tidak bilang ini pecah atau perpecahan. Inilah umat islam, kita tetap satu. Menghormati satu sama lain mengenai perbedaan Madzhab dan bertoleransi bagi mereka yang meyakini kepercayaan tersebut. (Setidaknya pemotongan kambing & sapi berlangsung 2 hari, hehe. .) Read More »

Articles

Your job is not your career (actor into politic)

In Opinion on November 14, 2010 by Lambang Tagged: , ,

Saya bukan orang yang serius dan bukan pula orang yang suka bikin lucu orang sekitar. Nah, diposisi ini memang sangat membingungkan. Mending kalo serius ketika lagi ada UTS (ujian tengah semester) atau lucu di tengah gelak tawa teman-teman kampus, eh, ini mah serius ketika lagi dompet kosong dan lucu ketawa sendiri saat yang lain lagi bingung belum bikin makalah. Haduwh, terkutuklah! (koplak).

Dan saat ini posisi itu kembali datang dengan tiba-tiba, sehabis membaca salah satu  judul portal berita yang membuat ‘clingak-clinguk’. Gimana tidak, minggu pagi ini tidak saya habiskan untuk berolahraga besar-besaran hanya olahraga jari kecil-kecilan  di depan monitor sambil menyambangi BLOG yang sudah lama bertapa di alam bawah sadar sub-domain ini.  Yang membuat lebarnya mata ini adalah foto Andre Taulany, dimana setahuku dulu pernah menjadi vokalis di group band musik kawakan STINKY dan beralih profesi menjadi pelawak yang tiap malam sering saya tonton juga. Tepat di atas fotonya bertuliskan: “Hasil Pilkada Tangsel Mengundang Kerawanan Politik“. Lho! kok? (Garuk-garuk)

Read More »

Articles

Cinta pada pandangan pertama ‘nonsense’

In Opinion on October 13, 2010 by Lambang Tagged: , , , ,

Pepatah arab berbunyi; “Al mahabbatul Ula la tunsa fiha” yang artinya nich – Cinta pada pandangan pertama tak akan terlupakan.

Untuk para remaja, hal tersebut masih menyala-nyala. Ibarat api masih mempunyai stok minyak tanah dan gas elpiji sebagai bahan tambahan kobaran api. Setahuku, bertambahnya usia lebih banyak mempengaruhi cara pandang yang akan di ambil sekaligus memikirkan matang-matang langkah lanjutan yang akan di tempuh, apalagi sedikit memutar otak untuk hal githuan, sepertinya sudah kehilangan selera (Cieeeeeh, ach yang bener Gan!).

Apakah salah jika pak supir bus kota meluruskan empat rodanya sesuai papan petunjuk jalan tanpa terkecoh oleh jalan pintas yang mungkin saja menyesatkan seluruh penumpang? Ya itulah kita, seakan menjadi seorang supir yang ingin tepat waktu menurunkan para penumpang dengan selamat.

Masih menjadi pertanyaan besar benarkan laki-laki bisa merubah kelakuannya tentang cara pandang mengenai pandangan petama, yang jelas beberapa wanita sudah bisa meninggalkan cara primitif tersebut untuk menentukan pasangan yang ideal.

Beberapa psikolog di Inggris (Inget! Negara sono bukan Indonesiyah) menemukan bahwa cinta pada pandangan pertama tidak berlaku bagi perempuan. Menariknya, dalam studi yang mereka lakukan terhadap wanita Inggris terungkap sesuatu dimana mereka memiliki enam tahap penilaian terlebih dahulu saat jatuh cinta. (Nah lo!) Read More »

Articles

Little Quotes in Ramadhan

In Opinion on August 15, 2010 by Lambang Tagged: ,

Bulan puasa telah tiba, tak terasa sudah memasuki hari ke-5 di ramadhan kali ini sejak tanggal 11 agustus 2010. Sehari sebelum puasa tiba, hawa berbuka sudah tercium di sepanjang jalan antara ponorogo madiun. Banyak penjual makanan dan jajanan pasar di pinggir jalan raya dan ramainya pedagang kaki lima. Tarawih pertama serasa nikmat walaupun tidak dilaksanakan di mushola sebelah rumah seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya. Tidak tau kenapa, ramadhan kali benar-benar terasa berbeda. Yang jelas-jelas mencolok adalah tidak hadirnya saya di tengah keluarga. Ada perasaan bosan ketika berlama-lama di dalam rumah (Datang-Cuci baju-Setrika-Pergi), sudah tentu kamar pribadi seperti mengusirku untuk sekedar merebahkan badan di atas kasur berbusa.  Sekali lagi, ketenangan diri terganggu oleh perasaan. Ya begini jadinya menjadi seorang yang mulai bosan dengan kegiatan rumah. Hidup itu pilihan, saya memilih untuk jadi orang lapangan dengan kesibukan yang saya ciptakan dan selesaikan sendiri.

Ramadhan di dua tempat menimbulkan suasana yang berbeda pula. Ketika pulang ke madiun, sedikit suasana metropolis mulai terasa. Entah apa yang menyebabkan ini terjadi. Dan saya mulai meng-iya-khan bahwa keadaan seperti ini di karenakan madiun memang kota GADIS (perdagangan dan industri). Tak ada yang berubah, di bulan suci ini ternyata bisnis tetap jalan dan enterpreneur semakin bertambah. Konsis dengan perdagangan. Read More »

Articles

Orang tua protektif

In Opinion on April 21, 2010 by Lambang Tagged: , , , , , , , , ,

Orang tua dalam pengertian orang yang sudah tua dalam umurnya, terlihat jelas dari fisik dan sedikit demi sedikit mulai menghilang sisa-sisa kemudaannya. Tapi ada sisi lain yang masih meragukan, yakni tentang kedewasaan dan pemikiran. Sering kita jumpai orang dewasa di luar sana dari segi penampilan sich 50’an, akan tetapi dalam tingkah laku layak di sangka 20’an.

Sedangkan protektif, terdiri kata dasar ‘protect’ yang bermakna perlindungan. Dengan kata lain, jika kesemua kata di gabungkan akan timbul arti se-simple: “Pengawasan/pemantauan/perhatian orang tua terhadap anak”. Read More »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.