Statuses

True story: "Bukan salah bioskop!"

In Daily / Experince on August 2, 2009 by Lambang Tagged: , , , , , , , , , ,

cinema_00

Jam berdenting menunjukkan jam 2 siang, dilanjutkan bunyi getar HP Nokia 1600 di inbox-Nya. Sembari rapat koordinat bersama, nggak pa-palah pegang Handphone sebentar. Dibuka klik tanda hijau dan mengarahkan keypad ke SMS baru. “Kak, lagi apa sekarang? Btw, kalau nganggur mau dong ku ajak nonton GDD? perdana! hari ini jam 3 puter”. (dag-dig-dug-duar!!! Wah, kebelet liat jua) Dengan spontan dan penuh pertimbangan diketiklah kalimat balasan, ” Maaf dek ya! hari ini kakak ada jadwal ddi kantor, mungkin kamu nonton aja sama cowok kamu, malam minggu baru free, Gimana?”. Message sent, Replay si adhik,” OK dach! tapi satnite aku ada pertemuan member Tupperware, besok wae ya usahain!”. Mikir diselingi balesanya,” Baik-baik. . moga nggak naggung apa-apa”. Huh, selesai sudah misi dadakan balez mz. . agag kecewa juga belum bisa nonton bareng adhikku, yang jelas esok hari harus ada kepastian untuk Hang-outNya! kampus, rapat, kerjaan, beres hari ini. Saatnya take a nap, tidur siang maksud-Na. . (Zzzzzz to be continued!).

Menikmati segarnya udara pagi terasa beda juka faktanya dingin sekali dari ujung jari tangan sampai jari kaki. Belum apa-apa, nunda cuci muka & wudlu buat sholat subuh udah Turn-On’in komputer. Langsung tanpa instruksi awal, buka dah mozilla mau FB-an. . Alhasil, notification cman satu. Santai! dia hanya masti’in berapa orag yang ngisi statusnya. ( Orang inih lebih milih jadi seorang facebooker daripada blogger, untuk yang lain seperti Twitter, Plurk, Kaskus, Friendster hanya asal punya. Jebret! flash time cepet banget, tibalah waktu siang hari. Inbox pertama terisi juga, ” Gimana kak? kalau deal jam 3 sore ku tunggu di rumah!”. Sadar untuk ngebalezNya dengan singkat,” InsyaAllah!”. Dengan datangnya ajakan itu, bakal lengkap sudah status kehidupan untuk jadi orang yang jarang pulang rumah.

Setelah semua terencana dgn sangat apik tenan, motor ada plus surat-surat komplit, uang mencukupi, helm juga standart diperhitungkan, mandi tentunya dadakan di toilet tempat kerja, eh ternyata ada satu hal yang bikin risih = Baju uda 2 hari kepake’, apa nggak BB tuh bu’! Haduh, gimana dung. . mana tinggal 60 mnit deadlineNa, padahal jarak tempuh untuk penjemputan panjang abiz dari ujung desa ke ujung perkotaan. Cukuplah kalau pake ngebut. “Eh bro! punya minyak wangi kagak?”. Tak seorangpun dari karyawan-karyawati kantor yang bawa. Wah. . payah, orang berdasi pade pengiritan apah, tau ah. Bosen dengan sikap nggak tentunya, mondar-mandir jelas menunjukkan dia orang bingung soal parfum. Sudahlah, bonek beraksi. . ambil tas pake helm tak lupa sandal yang baru di belinya akhit pekan kemaren, bakal jadi saksi mati kejadian sore ini. Kunci motor masuk & starter di pencet Brom-Brom, get ready for last war, hahaha. . Tancap gas, HuezzzzZ Kuenceng ngalahin komeng with MX-Nya.

Tiba didepan home sweet home dengan gaya arsitek penuh kayu jati pada halaman depan. Belum sempet masuk udah di sambut sama adhik yang kelihatan abiz setrika baju-baju hasil jemuran.

Adhik: “Jadi to kak, kira’in masih sibuk ma pekerjaan!”.

Kakak: “Uda sana mandi, aku cuman nagih hutang kamu untuk traktir makan hari ini, nggak salah donk!”.

Adhik: ”Iya dech, tunggu bentar lah! Sambil nunggu, liat nich katalog Shoppie Martin & Tupperware, sapa tau berminat. .”.

Kakak: “ Boleh-boleh!”.

Dia buka, dia baca, dan dia menunggu sampai berakhir penantian penatnya.

Adhik: “ Uda kak! Ayo berangkat, ada yang tertarik nggak sama produk tadi?”.

Kakak: “ Entar dulu, Harga rumayan High Class juga. . biarku pertimbangkan ma emak di kampong!”.

Akhirnya, keluar juga dua orang manusia bersaudara ini buat muter-muter kota berpolusi. Di tengah perjalanan, keinget kalau si cowok tu belum ganti baju sejak dua hari kemaren. Wah, gawat parah nich! Dgn ilmu ngibul & celoteh maut-Nya, dia mengajak si adhik buat ke mall bentar sambil ngademin mata. (itu cuman akal-akalanya doank buat beli baju baru biar langsung dipake’). Tiba di lantai dasar tempat parker, ngerogoh saku ambil dompet nggak nemuin uang receh 1000 Rupiahan terpaksa juga minta adhiknya buat bayarin. Cari tempat paling strategis untuk naroh motor, hampir wae kepala kejedot saluran AC yang setinggi kepala orang. “Dasar juling, tapi nggak dech ya. . normal” disitu tertulis- AWAS! LINDUNGI KEPALA ANDA. Motor istirahat gantian kaki lanjutin aktifitas. Tempat pertama di kunjungi adalah pameran computer. Uang sedikit, liat-liat aja. Langsung tuh ke lantai paling atas masti’in film apa yang bakal puter di bioskop sore ini.

Kakak: “Lho dek! Katamu GDD yang bakal keputer. . kok masih tanggal 5? Malah KCB hari ini!”.

Adhik: “Iya kak, aku belum sempet ngobrol sama sampean jika GDD masih lama tayangnya! Maaf ya, tapi jangan khawatir. . entar adhik temenin buat nonton jika masih da niat plus aku traktir nakam-nakam dahulu! Eyip?”.

Kakak: “ Yo wis. .yo wis. . Entar wae masalah nonton, kita cari tempat makan dulu ya, laper nich! Sebelumnya. . ke tempat baju dulu, kakak mau beli beberapa”.

Adhik: “Buat apa?”.

Kakak: “ Mau ganti sekarang, malu nich. . masa’ ke mall pake dinas kerja, banyak orang liat to. . ketauan belum pulang, hehe”.

Adhik: “Enggeh ndoro!

Di tempat pakaian, dua makhluk tersebut berpencar cari performa pakaian yang cocok masing-masing. Si cowok, satu baju udah terwakili. Tapi belum puas, dua baju bakal cukup untuk mengurangi uang diatas 100 ribuan. Sayangnya, si cewek nggak pengen dulu untuk beli pakaian, Hanya saat ini dia membutuhkan sepasang sepatu pantofel hitam buat OSPEK bulan ini (jadi keinget flashback!). Selesai misi cadangan, saatnya menagih janji untuk traktiran dinner, hehe. Perdebatan sengit di mulai untuk penentuan tempat makan manakah yang bakal menjadi pelabuhan perut ini. Di putuskan secara demokratis, cari yang deket-deket aja biar nanti bisa on-time pergi ke bioskop. Menu terpilih: 2 jus sirsak, paha ayam, nasi putih, Bakso kuah. Sederhana tetapi menjanjikan kekenyangan.

Kakak: “ Deck, habis ini sholat ashar dulu ya. . biar nggak nagging kewajiban apa-apa!”.

Adhik: “ Baru mauku omongin, disebelah aja ya, ada kok mushola-Nya!”.

Kakak: “ Yukz!”.

Ini dia waktu yang paling tepat buat ganti baju di toilet. Betul-betul udah malu sama BB baju kerja. Habis sholat langsung ke toilet, buka pintu pertama uda nampang satpam mall yang lagi ngaca dalam kamar kecil tersebut. “Ah biarin! Urusanmu itu urusanmu, Urusanku ya urusanku” hanya gerutu pikiran. Mungkin pak satpam tadi nggak habis pikir liat ane ganti baju, ada 3 kemungkinan yang dia pikirin =

1. Orang ini katrok banget yo, masa’ baru beli langsung di pake!

2. Jangan-jangan orang ini maling lagi!

3. Coba aku liat pas dia ganti baju tadi (gagaga!)

Keluar dari toilet berasa beda bagaikan bayi yang keluar dengan selamat dalam kandungan ibu selama 9 bulan. Berjalan penuh percaya diri bersama adhik ceweknya untuk menuju bagian akhir cerita ini yaitu bioskop. Sampai juga, sebelum masuk beli cemilan dulu. . gorengan kripik sama air minum (PopcornNa belum di buat!). Masuk ruangan tiket di robek, mata melirik cari tempat strategis buat nonton agar bisa focus penuh. Ya ampun! Sedikit banget yang nonton. Maklum, pemutaran uda beberapa kali dan ini udah dari yang kesekian kali. Belum film dimulai makanan udah habis, dasar rakus tu dua orang. Taraa. . pemutaran dimulai. . ketika cinta bertasbih. . (pengen tau kisahnya, liat wae sendiri!). Ngobrol panjang lebar kali tinggi sambil merhatiin film, nggak terasa kalau film sudah selesai dan waktunya kita berdua pamitan dari tempat duduk. Pas keluar para pengantri kloter selanjutnya siap-siap untuk masuk. Ini yang paling mengejutkan, Woot??? Kaget bukan kepalang, baru nyadar jika jam telah menunjukkan pukul 19.30 WIB yang bermakna jam setengan delapan malam. Kenapa bisa shok & sekaget ituh? Sebab mereka berdua melupakan kewajiban terpenting sepanjang hidup untuk menunaikan ibadah sholat maghrib. Akhir cerita, keduanya memutuskan untuk sholat di rumah nanti pas balik.

Inti yang bisa kita ambil saudara, bukan untuk seorang muslim saja tapi semua makhluk beragama. . jangan pernah melupakan kewajiban anda sebagai hamba kepada Tuhannya. Bagaimanapun keadaan & kondisi anda disitu, jangan sekali-kali lupa akan ibadah. Jika anda seorang muslim, harus memahami bahwasanya ibadah pertama kali yang akan di pertanyakan di akhirat sana adalah sholat. Maka, jaga sholat anda sebaik mungkin agar kita tidak melalaikan. Utamakan yang lebih penting dari penting lainya.

3 Responses to “True story: "Bukan salah bioskop!"”

  1. Salam kenal lambang….terima kasih atas sudinya menziarahi laman ilmu saya. Penulisan lambang juga amat baik dan mengesankan. Semoga kita semua beroleh manfaat dan maghfirah-Nya. Salam mesra dari Malaysia.

  2. bunda siti, lambang nie banyakan doses…! jadi klo udah nulis . satu novel satu postingan.
    aminnnn… udah ngedoain . bentar lagikan puasa jadi emang penting tuhhh..magfirah!

  3. emang bukan salah bioskop, salah lambang tuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: