Articles

Hewan Qurban wanna be

In Opinion on November 16, 2010 by Lambang Tagged: , ,

Hari ini sudah banyak yang dari sebagian umat muslim yang menjalankan sholat idul Adha di pagi hari, dari sejak tadi malampun suara gemuruh takbir terdengar di sebagian masjid dan mushola. Dan sebagian yang lain, ada yang ingin merayakan lebaran Qurban untuk esok hari. Maka dari itu, masih ada yang menjalankan puasa sunnah Arofah sembari menunggu hari besar khan tiba. Saya tidak bilang ini pecah atau perpecahan. Inilah umat islam, kita tetap satu. Menghormati satu sama lain mengenai perbedaan Madzhab dan bertoleransi bagi mereka yang meyakini kepercayaan tersebut. (Setidaknya pemotongan kambing & sapi berlangsung 2 hari, hehe. .)

Kalau ngobrolin tentang daging Qurban nich, tak akan lepas dari dua hewan ternak, yang satunya berbulu dan satunya populer berpenghasilan susu. Inilah dia, kambing dan sapi (kayak saudara kembar ye!). Ketika ngobrolin 2 makhluk Tuhan ini, fikiran saya langsung teringat akan keberadaan pengungsi korban bencana merapi Ngayogjokarto. Karena yang terlintas adalah sering munculnya pemberitaan mengenai hewan ternak mereka dari yang mati terkena wedus gembel (Wedhus mati oleh Wedhus Gembel, Wedhus Sugih kemana?) atau beberapa pengungsi yang nekat kembali ke kampung mereka sekedar menyambangi peliharaan tak takut status AWAS merapi, pencuri dengan modus baru yang merasa banyak kesempatan merauk nafkah mencomot sapi terlantar, sampai dengan pembeli yang sontoloyo menawar harga hewan ternak dengan harga yang tak sepantasnya. Kasihan sungguh, sudah kena musibah masih ada saja oknum yang tega mengambil kesempatan untuk berbuat kriminal. Bagaimana dengan proyek pemerintah untuk mengembalikan dana secara utuh bagi pengungsi yang kehilangan hewan ternak ? Semoga segala konsep itu bisa benar-benar terealisasi. Belum berani saya katakan hal tersebut terlaksana sudah atau kurang terpenuhi. Saatnya beranggapan positif untuk dewan terhormat.

Selanjutnya, mau di kemanakan para pemakan rumput itu? Cukupkah tempat pengungsian menampung semua? Nah, malah menjadi permasalahan tambahan khan buat para relawan sembari pusing memikirkan yang primer eh tambah lagi yang sekunder. Seumpama, pemerintah mau untuk membantu meringankan beban saudara-saudari disana dengan membeli seluruh hewan ternak yang sekarang ini tidak jelas mau di bawa kemana dengan harga yang sepantasnya atau bahkan ada tambahan bonus berlipat ganda, itu lebih dari cukup. Amal sholeh akan bertambah dengan menyebarkan hewan ternak menjadi hewan Qurban di berbagai pelosok, yatim piatu dan panti jompo tentu senang menerima. Para ‘Embek’ juga kelompok ‘MOoo’ pasti menyetujui perihal ini, jaminan surga ada dengan mati tidak sia-sia, merelakan daging mereka di nikmati manusia di hari pengorbanan ini. Pertimbangan yang muncul, mati di sembelih lebih terhormat di bandingkan mati tak jelas ditempelin Abu vulkanik (Apa iya sapi kambing berfikir seperti itu?).

By the way, Happy Sacrifice Day.

3 Responses to “Hewan Qurban wanna be”

  1. makan-makan mas🙂

  2. makasih atas infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: