Archive for the ‘Expression’ Category

Quotes

Thinking

Kebingungan yang muncul setelah sekian lama menjadi seorang mahasiswa, loncat sana loncat sini bagai kutu kehilangan sarang ternyaman dengan berbagai ideologi yang masuk kedalam otak. Semakin lama belajar bukannya bertambah pintar malah membingungkan setiap orang yang meminta opini bahkan sampai hati tak merasakan penyesatan yang telah dilontarkan. Apakah kita sudah menjadi bagian dari orang-orang yang mengagungkan akal fikiran tanpa memperdulikan sesuatu yang jauh mudah diterima hati nurani? Qolbu tak lagi mendampingi otak dalam memutuskan masalah maupun membuat keputusan terjernih. Semua dianggap enteng tanpa memerlukan sumber lain sebagai pembanding. Sudah terbilang cukup anak bangsa yang terlahir tak lagi dengan kebanggaan ‘Inilah prestasi saya’ tapi ‘Inilah fanatik saya’ membenarkan golongan menyalahkan keadaan keluarga yang jelas-jelas percaya apa yang dipelajari baik. Bukan ilmu meninggikan kelompok yang didampa orang tua, cukuplah menjadi ¬†dan pengamalan di atas panggung pengalaman yang menjadi patokan untuk melangkah lebih jauh.

Jika bumi terus berotasi melakukan kewajiban mutlak dan manusia terus berorasi menuntuk hak asasi telak, semua akan melihat titik temu antara Yin dan Yang sebagai contoh inilah apa yang kita lihat, apa yang kita ketahui, apa yang kita mengerti, tapi bukan apa yang selanjutnya dilakukan agar keselarasan hidup antara hunian dan penghuni tetap berbagi.

Thinking

Posted June 7, 2011 by Lambang

Quotes

alam bawah sadar berkata

Sekian lama manusia terkurung oleh imajinasi meraih sesuatu yang sempurna atas persepsi dirinya. Menganggap salah apa yang dinilai orang dan berlagak menghargai karya orang lain. Cuek, sebuah kata yang cukup mewakili dibanding kepura-puraanmu selama ini. Aku, dia, dan mereka mempererat jalinan silaturahmi dengan kepalsuan hubungan. Tak ada yang tega mendahulukan kebenaran si jago jilat dalam menikmati rasa jujur, padahal hati mengidam-idamkan keadaan pahitnya empedu kata. Semoga kita semua tersadarkan oleh polah zaman manusia modern, otak digital, dan akhlak purba yang mengenalkan pada keanggunan sebuah dosa tiada bertakar, sehingga indrapun melumrahi tetangga baru yang berpatok kemerataan kebebasan ide sesat.

Aku bukanlah menyalahi aturanmu ya manusia pintar. Ku coba tidak menyerapmu lebih dalam lagi jika ku tak siap. Ku coba menjauhimu perlahan, menyadari langkah mana yang harus diambil dan mana yang harus terdiam sejenak. Tak bermaksud biadab beradab dengan memperhalus kelakuanku untuk menyisihkanmu. Ada saat-saat dimana keberadaan kita ditentang oleh diri sendiri dan didukung ketempat yang semestinya belum beranjak kesana. Mau apa di tempat seperti itu dimana engkau tak dapati kejernihan haqiqi sebongkah darah padat yang kau sebut qolbu sebagai kompas iman. Retak karena matinya haq. Retak hanya wujud bukannya pecah asal menyengsarakan perasaan dan pikiran memutuskan aliran keterkaitan ilahi.

Jika sudah ‘salah’, mau kau kemanakan ‘benar’?

Posted April 18, 2011 by Lambang

Quotes

kepekikan yang memekik

Sedikit keluarlah kawan, kan kau dapati banyak ruas janji ke-agag-pastian
Segala keluh kesah akan kemelaratan tak ubahnya niat penguasa mencengkeram alur kehidupan
Ibu pertiwiku akan hancur oleh segala idealisme yang tak idealis
Tak ada yang mau berlomba mencapai puncak praktek non-profit di diri
Akankah paham-paham ikut tumbuh dengan sendirinya mengikuti nasib tak berimbang
Yang mengakar, menjamur, seolah-olah sudah terlahir tanpa berakhir
Menjadikan keborokan massal ini dianggap lumrah seluruh
Aku tak ingin ikut tapi aku mati atau aku harus ikut untuk bisa hidup
Bukan kepanikanku segera berakhir jika pilih memudar
Tapi meninggalkan bekas sisi buram melumpuhkan kejernihan masa depan terlahirnya generasi
Sudahlah, jangan kau anggap ini hanya drama sinetron yang selalu berakhir baik
dengan kemenangan seorang protagonis nyata
Sampai kau bingung, harus pilih diantara pahlawan yang mana
Seseorang di dalam gedung mirip kura-kurakah
Seorang wakilmu berbaju safari kantong empatkah
Orang diantara kebijakan penabur amal dan jasakah
Aku benar-benar di puncak kebinguangan sekarang kawan dengan harapan asa pahlawanmu itu
Baiklah kuputuskan
Aku saja pahlawanmu itu
Entah engkau mau tapi itu harus terjadi
Entah Ketidaksukaan merajalela merumput tidak lagi menjamur di tiap nadi tiap kepala
Sebab seperti dewa telah meninggalkan manusia sekarang
dan itu, manusia harus menjadi pahlawan
untuk dirinya yang tak sendiri juga orang yang tak lain
Pasrahku tak ubahnya Pasrahisme narapidana tervonis
Keliruku berpendapat menjadi Kelirumologi

Just the way I am starin’ at You, Indonesia

Posted January 26, 2011 by Lambang

Quotes

Bodohku menganggap-Nya

Kenapa Tuhan tak mendengarkan kami

Ataukan sudah terdengar tapi kita tak merasakan apapun

Negeri yang panas akan kebejatan penginjak dosa

Sudah terguyur hujan asin segaram air mata manusia

Tak kunjung dingin

Malah mencairkan kutub utara

Ma’af manusia

Harusku hujani kalian dengan warna abu itu

Panaskah?

Agar ingat akan nikmat rintik kenormalan dan kemoralan yang terampas

Oleh rantai  purba otak itu

Dengan lumut karatan

To: Merapi victims

Posted November 9, 2010 by Lambang

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.