Archive for the ‘Up to me’ Category

Links

Your smile make me freeze

In Up to me on August 31, 2013 by Lambang Tagged: ,

Melihat masa-masa mereka berlarian, menendang bola yang bundar setelah lonceng menggema, saling merangkul bahu, saling mengejek teman, berpakaian pramuka yang lusuh (baju depan di masukkan dan yang belakang terurai seolah-olah menutupi saku belakang yang kering ataukah pantatmu yang krepeng sobat, haha) anak kelas 10… Begitu polos kalian.

Senyum itu, yang kulihat itu, adalah senyumku 7 tahun yang lalu. Aku masih senang mengingat memori yang lalu melalui tingkah keonaran di depan mata. Bersandar di satu pilar, sebentar menengadah ke awan, kemudian membungkuk di pagar pembantas besi, angin siang hari panas nian. Kaukah yang merasakan kesejukan sendiri di antara keringat yang lain?

Setidaknya… Aku ada di antara sejarah kalian. Terima kasih untuk moment-nya.

Links

Upload dulu sebelum makan #bukannya Do’a

In Up to me on August 5, 2012 by Lambang Tagged: , ,

Moment Puasa Ramadhan kali ini, rumayan banyak juga yang posting di facebook dengan menu buka puasa atau sahuuuuuuuuur yang kayak gini. hadeeeeewh.

Links

Lagi mampir #log-in

In Up to me on August 5, 2012 by Lambang Tagged:

Kalo terbilang lama ndak ngeblog ya lama juga ya, sudah sekitar 8 boelanan nich tak posting apapun di blog tercinta. Berasa sekali lama ndak nulis apapun dan terasa kaku. Tiba-tiba waktu siang tiba, sambil nunggu download-an film ” The Hunger Games”, iseng-iseng lagi dech log-in dan liat dashboard yang udah usang. hehe.

Akhirnya puasa tiba, dan ini menjemukan sekali bagi pengangguran cap teri seperti saya yang masih belum siap untuk menyelesaikan skripsi (apalagi wisudanya, hoho) dan dimana-mana selalu terdengar pertanyaan yang sama: “Kapan Wisudanya?”, saya pun cuman cengar-cengir tak karuan boz. Iya dech, semoga ini awal saya untuk bisa memulai segera menyelesaikan skripsi yang tertunda. Dikata sibuk ya ndak juga, karena paling side-jobnya ya siar aja dengan gaji pas-pas’an. Dikata nganggur terasa sangat, tiap jam berlalu dengan nonton film terbaru dan main game *NBA 2K12, NFS Shift 2, Reckoning, The Witcher 2, de el el* yang sekarang mulai saya terapkan pembersihan folder dari game di laptop dan hal yang mengganggu konsentrasi seorang mahasiswa semester akhir ini. #Wuuuz

Ya semoga saja, ada kesemangatan lagi yang timbul untuk segera menyelesaikan SKRIPSI (not SkripShit)

Terus, yang lagi nyekripsi pas puasa, Semangkaaaaaaaaaaaaaa!

Intinya apa sich postingan barusan: Ndak ada #Hooooek

Links

I Don’t Know!

In Up to me on August 14, 2011 by Lambang Tagged: ,

Hari ini tepat di hari senin 25 juli 2011, dan saya terbangun untuk kesekian kali merasakan udara yang dingin di kawasan madiun selatan. Bangun tak setepat adzan parau tua tetangga saya di mushola, sebagai anak muda yang kalah cekatan dengan generasi terdahulunya. Ya begitulah, bertambahnya umur tak menjadi alasan bagi orang seperti ini untuk segera merubah pola pikir dan pola ujar.

Blog abal-abal ini, lebih spesifik lagi di katakan sebagai blog diary yang sudah 3 tahun saya miliki tapi perkembangan dari sang penulis masih sama seperti semula dia melahirkannya. Saya katakan sekali lagi memang menulis itu susah, belum ada idelah, waktu senggang abislah, jadwal kuliah dan part-time yang tanpa liburlah, dan –lah –lah –lah lainnya. Selalu alasan yang sama untuk tidak nge-blog. Satu lagi, giliran waktu lenggang tiba, sudah siap untuk menuangkan ide (dalam artian, masih mencari) eh, hasrat untuk menge-klik wordpress log in teralihkan ke file yang bertuliskan Need for speed hot pursuit & Crysis 2 (halah). Gamer sejati takkan pernah mati, maksudnya tau cari cara lain untuk bisa nge-game walau listrik mati & etc.

Hari-hari setelah ujian akhir semester ku lalui bersama dengan game yang barusan terinstall, sebangsa Call of duty: Black Ops, Sniper Art of victory, Need for speer Shift 2 unleashed. Sengaja dipersiapkan agar bisa merasakan kembali masa muda tapi tak melupakan umur pertanda telah hadir masa tua, sebab setelah ini harus bertempur dengan KKN yang bakal hadir di bulan puasa dan PPL II untuk praktek mengajar di sekolah dan kesemuannya itu mengingatkan saya bahwa “Oh iya, ternyata jurusan yang saya ambil adalah calon guru, terus kemana jiwa mengajar saya, kok belum muncul-muncul, apa gara-gara sudah tau kesejahteraan seorang guru itu sedikit, ataukah sudah berfikir profit oriented lain, sungguh jiwa yang bimbang!”. Ya begitulah Bray, salah satu yang menjadi tanda tanya besar saya adalah mengenai kesejahteraan guru indonesia yang terabaikan apalagi seorang guru sukuan, betapa besar jiwa kesabaran yang dipupuk menunggu masa sertifikasi itu tiba. Trus, sebenarnya kamu pengen nulis tentang game atau kritisasi guru sich Mbang? Haha. Nggak tau juga mau nulis apa disini. Hanya membiarkan jari-jemari terus mengetik kata-kata yang mulai terjejer di otak saya. Dan setelah ini, ketikanpun berakhir tanpa topik yang jelas.

Links

Menulis itu susah, seperti. .

In Up to me on February 1, 2011 by Lambang Tagged: , ,

Dulu saya berfikir jika kita bisa menelorkan ide-ide dalam otak dan di tuangkan dalam secarik kertas bahkan sampai mempostingkannya, maka akan terjadi seperempat keabadian. Lho, 1/4 doang? Sebab dengan telah menuliskannya membuat hal tersebut jadi bagian (agag) abadi, entah ada yang baca ataupun tidak, suatu saat akan ada makna tersendiri (yang bener?). Sayangnya, saat ini apa yang saya rasakan tentang menulis adalah seperti ini:

Read More »

Links

Hipnotis

In Up to me on July 14, 2010 by Lambang Tagged: , , , , ,

Bisa dikatakan, hampir seluruh pelajaran dosen saya sering tidur dan kalaupun mata ini terbelalak melihat trik pengajar memainkan black marker-nya di papan tulis, pikiran ini malah melanglang buana tak tentu arah tujuannya. Ada satu dosen favoritku sampai-sampai gaya bicaranyapun saya tirukan. Suatu hari Beliau pernah bilang di depan para mahasiswa: “Ukuran wajah tu ndak ada jaminan dapat kerja baik bahkan istri yang cantik, lihat tuh Uya Kuya. Gitu-gitu istrinya Astrid lho! kurang lebih kayak githu“. BeruntungNa, hoho. .

Lho? Kok malah nggosip sich inih, arahnya kemana tujuannya kemana, ndak nyambung blas ama materi kuliah dach. . haduwh. .

Dipikir-pikir emank bener kenyataan yang terjadi seperti itu, memang nasib semakin menampakkan taringnnya membuat suasana perjodohan yang tak semestinya menjadi semestinya, yang Item sama Putih, yang Coklat sama Abu-abu, yang Pink sama Biru. Jadi Item yang sama jarang yang laku. Maksud saya, bisa dikaitkan dengan karier, pengennya cari yang tak sejenis ataupun hal lain yang menonjol dari fisik semata. Contoh: Seorang pembalab motor ndak pengen punya istri pembalab. Kepinginnya Tukang Jamu. Mungkin. Read More »

Links

Kuda laut terkecil di dunia di temukan di Indonesia

In Up to me on March 16, 2010 by Lambang Tagged: , , , , ,

Binatang apa yang spesies jantannya dapat hamil? Hayo, tau nggak?

Jawabannya, bener. Persis seperti apa yang anda pikirkan dan menyerempet dengan judul di atas. Yakni kuda laut. Mungkin sebagian orang sudah tau atau bahkan kaget setelah membaca statement tadi, ternyata ada makhluk di dunia ini yang golongan cowoknya bakal hamil untuk perkembangbiakan. Wuih, horor! saya sich nggak mau. kasihan kaum hawa dong. Ngganggur, hehe.

Kuda laut merupakan spesies makhluk tuhan berjenis ikan yang hidup di air laut dari genus Hippocampus dan famili Syngnathidae. Ukurannya cukup bervariasi, antara 16 mm (untuk spesies Hippocampus denise) sampai 35 cm yang tinggal di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia. Sebenarnya saya kurang begitu memahami seluk beluk curriculum vitae kuda laut yang jelas berbeda dengan kuda nil karena size-nya lebih jumbo. Salah satu ciri-ciri yang paling menonjol dari hewan ini adalah moncongnya yang persis seperti kuda. Read More »

Links

I got tired

In Up to me on March 2, 2010 by Lambang Tagged: , , , , ,

Tepat di depan komputer temen sambil dengerin radio streaming hardrock jakarta, seperti biasa, mata ini tak lepas dari mantengin layar monitor. Kegiatan wajib sampai akhir bulan maret ini adalah ngerapiin lagu yang amburadul.

Hah, MD-MD! music director memang menjemukan. Di bagian lagu barat it’s OK, tapi indonya ini lho yang ndak ku ku. That’s not my type.

Jika disuruh pilih antara new director-Na, pasti dah mengacungkan jari telunjuk untuk bilang: “yakin, saya pilih ini saja pak!”. Soal kenapa begitu pengen buat tugas yang ituh, yang Pertama, take voice (rekam suara) atau olah vokal dari style seorang biasa yang belum pernah mengenyam dunia pemberitaan membuat semakin tertantang untuk bisa mencoba di bidang yang satu ini. Bener dech! saya bukanlah seorang mahasiswa komunikasi yang lanyah dalam bercakap ria, kadang sering belibetan kalo speed ngomong ndak terkontrol. Yang Kedua, di butuhkan good talent. . Eh, bukan! kebiasaan aja, buat ngerubah bahasa tulis menjadi bahasa tutur. Dari pengubahan struktur Pasif ke Aktif, penghapusan yang nggak penting, menghilangkan logat-logat bicara yang bener-bener lebay! (logat jawa juga) hehe. Yang Ketiga, di butuhkan juga konsistensi & kesabaran yang luar biasa dimana setiap hari bahkan jam harus segera menyetorkan hasil produksi sebelum deadline on-air. Kadang, ada beberapa masalah kecil yang muncul berubah gedhe gara-gara kesalahan teknis seperti kabel share yang nggak konek. Belum juga mikirin masalah kuliah dan tugasnya, mantaf!. Yang Keempat, ini dia bagian pentingnya, jadi tambah ilmu sob!. Akhirnya, dari kesemua itu satu hal yang bisa saya simpulkan sekarang, Jatah peningkatan gizi swasembada pangan ndak tambah-tambah, hehe. Read More »

Links

Anak siapa sich ini?

In Up to me on February 24, 2010 by Lambang Tagged: , , , , , ,

Dulu semasa remaja, banyak lho yang pengen punya pasangan. Setelah di kasih kesempatan, sepertinya pacaran saja tidak cukup kalau belum yakin ke jenjang pernikahan. Nah lho! Habis nikah, ndak ada pemikiran lain sepenting mempunyai momongan buat si mbah (lho kok? lha iya. . Biasanya yang paling suka ndesak agar punya jabang bayi khan mertuaNa, gege. . tanpa lihat sikon kebelet jadi si Mbah!). Memang, konteks disini tak lepas dari begitu bahagianya jika sang ayah dan ibu jika sudah mempunyai anak, kehidupan terasa sempurna, kekomplitan isi rumah terasa penuh begitu si bayi muncul. Begitu halus kulitnya, masih nagis-nagisan, lucu & imoet kayak bapaknya (Ibunya disinggung nanti aja yach!), terlahir tanpa noda dosa, bersih, suci, tapi tangisan bayi mungkin pertanda mengetahui kekacauan yang ada di muka bumi yang segera bakal dirasakannya. Read More »

Links

Don’t try outside home.

In Up to me on January 30, 2010 by Lambang Tagged:

Ini dia alasan yang jelas, kenapa sampai sekarang diriku phobia kalau main wall-climbing.

Nggak lagi-lagi dech!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.